Metabron

thumb_larva

Metabron, Bioinsektisida untuk mengendalikan hama kelapa Brontispa longissima Larva dan kumbang B. longissima merusak daun kelapa terutama daun yang belum terbuka. Bekas serangan jelas terlihat pada bagian pucuk karena daun menjadi kering dan jika dibuka ditemukan telur, larva, pupa dan imago .Hama ini dapat menyebabkan kerusakan serius mulai dipembibitan sampai tanaman dewasa. Penggunaan insektisida dilakukan hanya bila perlu, yaitu jika terjadi eksplosif dimana musuh alami tidak mampu mengendalikan hama tersebut. Salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan yaitu menggunakan Metabron.

Cendawan Metarhizium anisopliae var. anisopliae (M. anisopliae var. Anisopliae) dapat menginfeksi larva 100% dan imago 65% di laboratorium. Stadia larva lebih rentan dibandingkan dengan stadia imago. Penyemprotan suspensi cendawan M. anisopliae var. anisopliae dapat dilakukan dua kali setahun dengan interval dua minggu. Penyemprotan ini lebih diutamakan pada tanaman muda tetapi dapat juga dilakukan penyiraman cairan semprot pada tanaman dewasa.

Metabron dalam tepung ampas kelapa:

Komposisi M. anisopliae var. anisopliae meliputi bahan aktif yakni konidia M. anisopliae var. anisopliae yang berasal dari hama B. longissima terinfeksi (5-10%), bahan pembawa tepung ampas kelapa (85-90%) dan antioksidan dari ekstrak bahan tanaman (1-2 %).

Cara aplikasi:

Metabron dalam tepung ampas kelapa diaplikasi dengan cara menyemprotkan suspensi (1 sachet/ltr air) hanya pada bagian pucuk yang terinfestasi hama. 3-4 sachet/ ha.

larva

Gambar 1. Larva B. longissima terinfeksi M. anisopliar var. anisopliae.
Miselium menutupi tubuh larva dan mulai tumbuh konidia (kiri); konidia menutupi tubuh larva (kanan).

Print Friendly