KELAPA: INSPIRASI UNTUK RECOVER DARI COVID-19

Genap setahun Virus Corona melanda seantero dunia, dengan adanya pandemic ini semua masyarakat secara global memulai sebuah masa yang baru dengan mempraktekkan protocol Kesehatan. Saat ini, semua orang waspada untuk mencegah terkontaminasi dengan berbagai macam sumber penyakit yang tentunya berbahaya bagi Kesehatan. Ya, Corona Virus 19 merupakan salah satu dari sekian banyak jenis Virus yang telah membahayakan keselamatan nyawa manusia. Dengan maraknya bahaya Covid 19 ini, banyak orang mengeneralisasi bahwa semua virus itu berbahaya. Padahal di dunia perseranggaan, kami justru berterimakasih kepada salah satu jenis Virus yang justru menolong kami untuk mengatasi salah satu hama tanaman kelapa yang merebak begitu cepat di Provinsi Sulawesi Utara tersebar dari beberapa bagian di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan. Dari hasil pemantauan, dalam jangka waktu 4 bulan dari Maret sampai Juli 2020 daerah penyebaran bertambah luas dengan kerusakan yang cukup parah nahkan pada beberapa lokasi Hama ini juga menyerang dengan sangat parah pada tanaman buah-buahan seperti pohon rambutan.

Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV) merupakan virus yang dapat mengontrol adanya serangan hama dari Famili Limacodidae yang dikenal oleh masyarakat sebagai hama ulat api. Serangan hama ulat api adalah merusak pada bagian daun kelapa. Pada gejala serangan berat seperti yang ditemukan dilapangan, pada satu pelepah daun, kita bisa menemukan lebih dari 500 ulat api. Jika terjadi kontak dengan tubuh manusia, ulat api ini bisa sangat menyakitkan seperti terbakar. Sebagaimana resiko serangan hama yang menyerang bagian daun pada tanaman kelapa, serangan hama Famili Limacodidae diantaranya Genus seperti Thosea, Parasa, Setora, Darna, Chalcocelis dan Pectinarosa dapat mengganggu proses fotosintesa yang berdampak langsung menyebabkan kehilangan produksi pada tanaman kelapa. Serangan hama Ulat Api dari Famili Limacodidae dipengaruhi oleh fluktuasi iklim. Pada musim kemarau kering populasi hama ini bisa mengalami lonjakan yang signifikan, namun jika terdapat hujan sehari saja, musuh alami seperti Virus NPV diatas akan dengan cepat berkembang biak dan mengendalikan populasi hama tersebut.

Semua di alam semesta ini, kita percayai berada dalam keseimbangan yang diatur oleh Maha Kuasa. Seperti halnya hama ulat api ini, begitu berbahaya, tapi memiliki musuh alami yang telah ada secara natural bahkan beberapa diantaranya kami dapati di lapangan diburu oleh burung gagak. Untuk itu, menjadi tugas kita agar dapat menjaga keseimbangan setiap komponen di ekosistem di sekitar kita, sehingga dengan sendirinya, tanpa ketergantungan akan produk insektisida kimiawi, kita bisa menggunakan musuh alami sebagai metode pengendalian hama.

Oh ya, genap setahun pasca serangan hama Limacodidae di Sulawesi Utara, saat ini pohon kelapa di daerah serangan sebelumnya sudah mulai recovery, daun-daun berwarna hijau segar dan utuh kini sudah mulai menggantikan daun-daun yang tertinggal lidi menggantung menjadi pelepah lama. kemampuannya untuk memulihkan diri dan terus produktif bahkan setelah dihantam dengan serangan berat, tetap saja dia menghasilkan yang terbaik yang bisa dihasilkannya. Semoga hal ini juga menginspirasi kita semua pasca setahun dilanda pandemic Covid 19, sekarang masa untuk menanggulangi ketakutan itu dengan kekuatan dan harapan baru! Memang Kelapa merupakan Pohon Kehidupan!

Print Friendly