HAKTEKNAS 2019 INOVASI BANGUN BANGSA

Puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Tahun 2019 dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yang berlangsung di lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Rabu pagi 28 Agustus 2019, yang ditandai dengan pemberian Anugerah Iptek dan Inovasi kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, pelaku industri (BUMN dan swasta), masyarakat umum, lembaga non-pemerintah dan kelompok masyarakat yang telah berkontribusi nyata dalam kemajuan Iptek dan Inovasi di Indonesia. Dalam laporan sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir menyampaikan bahwa Hakteknas ke24 merupakan ajang bagi peneliti, akademisi dan praktisi menunjukkan karya inovasi untuk membangun negeri.

Wakil Presiden RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap invensi dan inovasi harus lebih baik, lebih efisien dan lebih tinggi hasilnya dari yang ada sebelumnya. Indonesia masih kalah dari negara-negara lainnya dalam hal inovasi. Peringkat Indonesia masih di urutan ke 89 dari 120 negara penghasil inovasi versi Global Inovation Index di bawah Singapura di peringkat ke 5 dan Malaysia peringkat ke 30. Itu artinya Indonesia harus bekerja keras untuk menghasilkan inovasi. Belajar dari negara China dan Jepang dengan kemajuan teknologi yang cepat, melalui langkah-langkah meniru, memperbaiki, meningkatkan dan menghasilkan inovasi. Teknologi adalah sesuatu yang berkembang, tidak tidak perlu dari nol tambahnya. Kemajuan Inovasi dimulai dari laboratorium. Diakhir sambutannya, sekaligus menutup kegiatan Ritech Expo yang telah dimulai sejak tanggal 25 Agustus yang lalu, Wapres berharap agar inovasi yang ditampilkan dalam Hakteknas adalah yang dihasilkan satu tahun terakhir atau terupdate.

Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi stand pameran yang berada di kawasan lapangan Puputan Margarana, Renon-Denpasar, Bali. Dari sekian stand yang dikunjungi, Wapres Jusuf Kalla juga mengunjungi stand nomor booth 155-156 Badan Litbang Pertanian Kementan dan disambut oleh Sekretaris Balitbangtan Dr.Ir. Prama Yufdy yang didampingi kepala UK/UPT Pusat Unggulan Iptek (PUI) komoditas tanaman kelapa (Balit Palma), tanaman padi (BB Padi), bioteknologi pertanian (BB Biogen), tanaman serat (Balittas), tanaman jeruk (Balitjestro), tanaman serealia (Bablitser), tanaman aneka kacang dan umbi (Balitkabi), tanaman buah tropika (Balitbu Tropika) dan mekanisasi pertanian (BB Mektan). (EM/8/2019)

Print Friendly