Balit Palma mengadakan Upacara Adat Tulude

 

Iringan Kue Tamo Pada tanggal 30 January 2015, segenap Karyawan-Karyawati Balai Penelitian Tanaman Palma mengadakan Upacara Adat “Tulude” yang merupakan hajatan tahunan warisan para leluhur masyarakat Nusa Utara (kepulauan Sangihe, Talaud dan Sitaro) atau dikenal dengan nama Sangir di ujung utara propinsi Sulawesi Utara. Tradisi ini telah terpatri dalam khasanah adat, tradisi dan budaya masyarakat Nusa Utara. Bahkan tradisi budaya ini secara perlahan dan pasti mulai diterima bukan saja sebagai milik masyarakat Nusa Utara, dalam hal ini Sangihe, Talaud dan Sitaro, tetapi telah diterima sebagai suatu tradisi budaya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya.

Pemotongan Kue TamoTulude pada hakekatnya adalah kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan yang Mahakuasa) atas berkat-berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang lalu, dan permohonan berkah untuk pelaksanaan tupoksi Balit Palma 2015. Selain sebagai upacara adat, Tulude juga merupakan suatu pesta rakyat. Salah satu bagian penting dalam upacara adat Tulude adalah pemotongan dan pembagian Kue Tamo ini, memiliki makna mendalam, diantaranya sebagai bentuk penghargaan dan kebersamaan.


Pembagian Kue kepada tamu

Acara Tulude di Balit Palma diawali dengan ibadah, seusai dengan agama dan kepercayaan Karyawan-Karyawati. Acara Utama Tulude dimulai dengan proses pengantaran kue tamo yang di iringi dengan masamper, dilanjutkan dengan pemotongan kue tamo untuk di bagikan kepada tamu. Pada pembagian kue ini ibu kepala Balit Palma disuapi makan kue tamo oleh ketua suku. Acara berlanjut dengan penampilan masamper dan bayora, dan diakhiri dengan karaoke bersama.


Sambutan Kepala Balit Palma

Pada sambutan kepala Balit Palma menyampaikan rasa suka cita, atas respons yang begitu hangat dari Karyawan-Karyawati Balai Penelitian Tanaman Palma. Acara Tulude, telah memberikan makna yaitu permohonan untuk menolak bala, baik bagi penyakit jasmani maupun penyakit mental yang sangat merugikan masyarakat. Masyarakat membutuhkan hidup sehat jasmani-rohanidan kehidupan yang rukun. Balit Palma, sebagai lembaga penelitian, senantiasa dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan teknologi dan produk yang inovatif bagi masyarakat dan dunia usaha sesuai komoditas yang menjadi mandat Balit Palma, yaitu kelapa, kelapa sawit, sagu, aren, dan palma lain (pinang, gewang, lontar dan nipah)..

masamperDalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut dibutuhkan kecerdasan intelektual dan ketajaman intuisi, juga kepekaan mental staf Balit Palma.

Pada acara Tulude ini, sebagai karyawan diingatkan untuk mengevaluasi hal-hal negatif pada tahun lalu tahun 2014, agar tahun 2015 berhasil dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.

 

Sansiote san pate-pate

Somahe kai kehage

Pantuhu paka salentiho

Pakatuan Wo Pakalawiren

masamper


Print Friendly