Balit Palma bersama Karantina Pantau Serangan Segestes di Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Kabupaten Pulau Morotai mulai dikenal di mata dunia dengan Kelapa Bido yang menjadi varietas unggulan di pulau ini. Tak hanya itu, serangan hama Segestes (Tettigoniidae) pada tanaman kelapa, juga hanya ditemukan di Kabupaten ini. Menindaklanjuti laporan dari Dinas Perkebunan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Pulau Morotai sejak Februari 2021, maka diadakanlah survey dilokasi serangan utama Segestes yang dilaksanakan pada hari Kamis 25 Maret 2021. Team terdiri dari Peneliti Hama dan Penyakit Balit Palma, W.Juniati Sambiran, S.Si., M,Si., bersama dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate Ir. Yusup Patiroy, MM.; Kepala Tata Usaha Balai Karantina Kelas II Ternate Simon Soli, S.Pt., Kepala Karantina Pertanian Wilayah Kerja Kab. Pulau MorotaiĀ  Taufik Adjam dan Kepala Bagian Perkebunan Kabupaten Pulau Morotai, Ibu Salma Lahia, SP.

Perjalanan menuju ke Pulau Rao, Desa Laomadoro harus ditempuh dengan menggunakan pamboat, menyeberang dari Desa Wayabula Pulau Morotai selama kurang lebih 2 jam. Sepanjang pesisir pantai pulau Rao, terlihat hamparan pohon kelapa yang terlihat menguning sebagai dampak dari serangan hama Segestes yang menyerang bagian daun pada tanaman Kelapa.

Dari hasil pengamatan kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama Segestes di Pulau Rao, terlihat intensitas serangan mulai dari Ringan, Sedang dan Berat. Serangan ringan dengan intensitas kerusakan mahkota daun kurang dari 30%, serangan sedang 30-50% dan serangan berat dengan intensitas kerusakan diatas 50% bahkan ada yang mencapai 80-90%. Hasil pemantauan dilapangan, pada sebuah tanaman kelapa yang belum menghasilkan berusia 3 tahun yang terdapat di pekarangan rumah warga, telah dikoleksi 27 imago dan nimfa Segestes. Adanya peningkatan jumlah populasi hama Segestes dengan sangat jelas telah mempengaruhi produktifitas tanaman Kelapa dan tentunya perekonomian warga setempat yang menggantungkan pendapatan pada produksi Kopra.

Dalam rangkaian kegiatan penelitian hama Segestes di lokasi Pulau Rao ini, team juga telah melakukan pemasangan Perangkap Segestes sebagai salah satu inovasi pengendalian hama Kelapa yang ramah lingkungan dan adaptif di skala petani. Perangkap ini merupakan hasil penelitian yang dihasilkan setelah mempelajari perilaku serangga Segestes. Diharapkan, dengan adanya instalasi perangkap ini pada beberapa titik kebun milik warga di Pulau Rao ini, dapat menurunkan populasi hama Segestes pada lokasi serangan.

Hal yang ironis dalam pemantauan yang dilakukan yaitu hamparan kelapa yang masih subur dan hijau pada beberapa lokasi di Desa Laomadoro ini yang berdampingan dengan kelapa yang memiliki serangan hama Segestes dengan daun yang hanya tersisa bagian tulang daun atau lidi saja. Setelah dilakukan wawancara dengan pemilik lahan, diperoleh informasi bahwa beberapa petani kelapa dilokasi ini yang memiliki tanaman kelapa yang masih subur diatas, telah melakukan injeksi batang dengan insektisida kimiawi dengan aplikasi berulang-ulang. Ketergantungan akan penggunaan insektisida kimiawi ini akan sangat berbahaya bagi lingkungan dan keberlangsungan keanekaragaman serangga berguna di ekosistem tersebut.

Kegiatan pemantauan ini juga memberikan data dan informasi bagi Karantina Pertanian untuk pencegahan adanya kemungkinan penyebaran hama Segestes ini dalam bentuk telur yang bisa saja terbawa bersama benih kelapa yang akan keluar dari Kabupaten Pulau Morotai. Semoga dengan adanya kolaborasi antara Balit Palma, Karantina Pertanian dan Pemerintah Daerah akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani Kelapa di daerah dengan serangan hama Kelapa.

Print Friendly