VARIETAS UNGGUL SAGU BARUQ ASAL KABUPATEN SANGIHE

Populasi Sagu Baruq Sagu Baruq merupakan salah satu komoditas penghasil bahan pangan, yaitu pati sagu Baruq. Komoditas sagu Baruq perlu mendapatkan perhataian, karena pemanfaatan pati sagu Baruq akan mendukung program ketahanan pangan nasional. Sagu Baruq asal Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara memiliki keunggulan, yaitu selain potensi produksi yang tinggi, sagu Baruq mampu beradaptasi pada pengembangan di lahan kering, lereng-lereng sampai tebing yang curam, dan bahkan dapat di tanam di pekarangan rumah. Keunggulan inilah yang membuat sagu Baruq berbeda dengan sagu Metroxylon yang hanya dapat tumbuh di lahan gambut atau lahan basah.

Balai Penelitian Tanaman Palma telah meneliti sagu Baruq di Kecamatan Sangihe selama tiga tahun (2012 – 2014) dalam rangka pelepasan varietas unggul sagu Baruq. Selain itu juga ditetapkan kebun benih sumber untuk pengembangan sagu Baruq dimasa yang akan datang. adapun asal sagu Barauk yang diteliti adalah dari Kecamatan Tabukan Tengah Tabukan Utara, dan Manganitu.

Berdasarkan hasil sidang pelepasan varietas tanggal 20 Agustus 2014 di Jakarta, sagu Baruq ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.1063/Kpts/SR.120/10/2014 tanggal 13 Oktober 2014 dengan nama Sagu Varietas Baruq.

Potensi produksi sagu varietas Baruq meliputi produksi pati basah 70-90 Kg/batang atau 30-45 Kg pati kering/batang. Pati sagu Baruq memiliki kandungan karbohidrat 86.9%, pati 80.4%, protein 0.28%, lemak 0.22%, dan serat 0.76%. Menurut Prof. Yamamoto dari Kochi University, Jepang (komunikasi pribadi), kualitas sagu Baruq lebih baik dibandingkan dengan sagu Metroxylon. Produksi pati Sagu Baruq di Kabupaten Sangihe berpotensi untuk ditingkatkan produktivitasnya dengan masukan teknologi yang tepat..

Daun Sagu BaruqBatang Sagu Baruq
Pengolahan Sagu BaruqDiameter Batang Sagu BaruqPati Sagu Baruq

(Ir. Elsje T. Tenda, MS)

Print Friendly