Varietas KHINA sebagai Alternatif Kelapa untuk Produksi Nira di Kabupaten Banyumas

Kabupaten Banyumas merupakan sentra produksi gula kelapa. Sebanyak kurang lebih 28 ribu petani menjadi penderes nira untuk diolah menjadi gula. Kondisi pertanaman kelapa yang rata-rata sudah tua dan tinggi di Banyumas saat ini menyebabkan resiko jatuh bagi petani penderes nira. Menurut Bupati Banyumas, lebih 160 penderes mengalami kecelakaan jatuh dari pohon saat menderes nira. (Pada tahun 2017 terdapat 129 orang yang terjatuh dari pohon kelapa pada saat menderes, 29 org diantaranya meninggal dunia). Dalam rangka memberikan alternatif varietas kelapa yang cepat berproduksi dan lambat bertambah tinggi, maka melalui Kegiatan Penelitian KP4S dilakukan pengujian pertumbuhan dan produksi kelapa Hibrida Indonesia (KHINA) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kegiatan penelitian yang dimulai tahun 2016 ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi nira tanaman F1 dan F2 KHINA. Pemanfaatan benih F2 yang diseleksi dari buah tanaman F1 KHINA diharapkan dapat memudahkan dalam memperoleh benih kelapa hibrida untuk produksi nira, melalui seleksi pada tingkat kecambah (cikal). Karakteristik tanaman KHINA yang memiliki ukuran tandan bunga yang relatif panjang dan besar diharapkan bisa menggantikan tanaman hibrida alami yang selama ini menjadi sumber nira petani di Kabupaten Banyumas. Selama dua hari 30 November sd 1 Desember 2018 tim peneliti dan teknisi Balit Palma menyiapkan benih kelapa Hibrida F1 dan F2 KHINA, tetua persilangan dan kelapa Bido ke dalam polibag. Benih sebanyak 230 buah yang dibawa dari Balit Palma, di Manado ini diharapkan dapat ditanam pda areal seluas kurang lebih 1.5 ha di wilayah Kabupaten Banyumas.

Tim peneliti dan teknisi Balit Palma yang dipimpin Dr. Ismail Maskromo sebagai penanggung jawab kegiatan KP4S, diikuti anggota tim Engelbert Manaroinsong, SP. MSi dan teknisi Silva Mangudisang, Oskar Saka dan Rony Pangkey. Kerjasama pengujian benih kelapa hibrida dilakukan dengan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas yang dipimpin Ir. Widarso, MM. Kegiatan pemindahan benih ke polibag dibantu Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Banyumas D. Widyarto SP. Benih ditempatkan di Kebun BPH. Banteran, Wangon, Banyumas, selanjutnya akan ditanam pada lokasi yang sesuai milik pemda Kabupaten Banyumas. Semoga penelitian ini akan berjalan lancar sesuai harapan, dalam memberikan alternatif varietas tanaman kelapa sebagai sumber nira di Kabupaten Banyumas.
Salam Kelapa!
“Kayalah Petani Kelapa Indonesia”(IM,2018)

Print Friendly