VARIETAS KELAPA DALAM WAINGAPU

Sumba Timur merupakan daerah panas dengan suhu udara diatas 30 derajat dan tandus sehingga banyak daerah yang gersang. Namun demikian tanaman kelapa masih dapat tumbuh di kabupaten Sumba Timur baik di pekarangan rumah maupun kebun. Peneliti dari Balit Palma bersama Dirjenbun, BBPPTP Surabaya, UPT Pengawas Benih Distan NTT, dan Distan dan Pangan Kabupaten Sumba Timur telah melakukan BPT di desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai dan desa Tanaraing, Kecamatan Rindi. Kondisi kebun umumnya bersih tidak ada semak sehingga tanaman kelapa dapat tumbuh dengan baik. Hasil pengamatan morfologi dan produksi, tanaman kelapa di kedua desa layak sebagai BPT dan pohon induk terpilih (PIT).

Warna buah kelapa dalam waingapu yaitu merah, kuning, hijau, hijau kekuningan dan kuning kehijauan. Ukuran buah kelapa di kedua kurang lebih sama tetapi ukuran biji kelapa yang berasal dari desa Palakahembi rata-rata lebih kecil dari desa Tanaraing. Berdasarkan berat daging buah per butir 451 gr (desa Palakahembi) dan 568,8 gr (desa Tanaraing). Populasi kelapa di desa Palakahembi diperkirakan 650 tegakan dengan jumlah PIT 170 pohon dengan estimasi benih 14.565 butir per tahun. Potensi produksi kopra 2,51 ton/ha/tahun. Populasi kelapa di desa Tanaraing diperkirakan 910 tegakan dengan PIT 381 pohon, estimasi produksi benih 35.275 butir per tahun. Potensi produksi kopra 3,42 ton/ha/tahun. Harga kelapa saat ini di desa Tanaraing 3 butir dihargai Rp 5.000,-. Selain jadi petani kelapa, penduduk di kedua desa tersebut mata pencarian yang lain sebagai petani ladang, nelayan, rumput laut untuk menopang kehidupannya.(BS,2017)

Print Friendly