Transfer Teknologi Bagi Petani Kelapa Melalui Bimtek Dan Hilirisasi Kelapa di Negeri Laimu

 

 

 

 

 

Laimu, 21 Oktober 2021. Balai Penelitian Tanaman Kelapa tidak berhenti untuk menghasilkan teknologi-teknologi yang baru untuk dihilirkan ke stakeholder khususnya petani melalui penelitian dan riset. Rangkaian Kegiatan Bimtek dan Hirilisasi di Negeri Laimu memberikan pencerahan bagi petani kelapa. Ibu Saadiah Uluputty, ST mengatakan dengan sangat optimis bahwa pengelolaan kelapa bisa dikembangkan dan diperluas serta lebih maju lagi di Maluku Tengah dengan sedikit perubahan pola dalam pengelolaan dari hulu sampai dengan hilirnya.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma Ibu Dr. Steivie Karouw, STP.,MSc mengungkapkan bahwa kelapa merupakan komoditi strategis di Maluku yang perlu untuk dikelola dengan baik dan dikembangkan secara luas selain pala dan cengkeh. Balit Palma memiliki 83 jenis kelapa dan kelapa yang berasal dari Maluku adalah kelapa Dalam Takome dan kelapa Genjah Raja. Sehingga ke depan diharapkan akan lebih banyak lagi varietas-varietas kelapa yang dilepas di negeri Maluku khususnya Maluku Tengah. Kepala BPTP Maluku bapak Dr. P.R. Matitaputty mengatakan bahwa bantuan-bantuan pemerintah saat ini bukan lagi untuk individu akan tetapi untuk kelompok-kelompok petani untuk menciptakan kesinambungan dalam pengelolaannya. Sehingga melalui program hilirisasi ini sangat membantu masyarakat dalam berimprovisasi dalam pengelolaan kelapa yang lebih maju.

Pelaksanaan Bimtek dan Hilirisasi di Negeri Laimu dihadiri oleh 80 peserta yang berasal dari beberapa kelompok tani. Materi Bimtek yang dibawakan meliputi PIT dan Budidaya kelapa oleh Bapak Yulianus R. Matana, SP.,MSi, materi Pengenalan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Kelapa oleh Rahma, SP.,MSi dan materi Pengolahan Pascapanen oleh Dr. Patrik M. Pasang, SST.,MT.
Pemberian materi dilakukan secara pararel dilanjutkan dengan diskusi dan QNA. Kemudian diakhiri dengan praktek dan demonstrasi penggunaan alat beberapa unit pengolahan yang meliputi unit pengolahan nata de coco, dan unit pengolahan minyak kelapa (mesin pemarut kelapa dan mesin pengepres santan kapasitas 100 butir). (Ast.10/21)

Print Friendly