Teknik Pembibitan Tanaman Aren

Buah yang digunakan sebagai sumber benih harus matang, sehat yang ditandai dengan kulit buah yang berwarna kuning kecoklatan, tidak terserang hama dan penyakit dengan diameter buah ± 4 cm. Buah aren ini dapat disimpan selama 4 minggu dalam wadah plastik dengan media pasir pada suhu kamar. Dengan cara ini  biji aren dapat berkecambah dengan daya kecambah 71% dengan kecepatan kecambah 2-4 minggu.

Kecambah dengan tinggi 3-5 cm  dapat dipindah ke tempat pembibitan (bedeng pembibitan ataupun polibag). Pemindahan ke pembibitan ini dilakukan sore hari untuk mencegah terjadinya penguapan yang tinggi apabila dipindah pagi hari. Apabila menggunakan polibag, ukurannya tinggi 30 cm dan diameter 20 cm. Media tumbuh yang digunakan ádalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, dan polibag diisi media hingga 3/4 penuh. Pembibitan diberi naungan setinggi 1 m, karena bibit aren sangat peka terhadap sinar matahari langsung.

Pemeliharaan bibit dilakukan terutama untuk menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah tetapi tidak tergenang air, sehingga aerasinya baik dan akar dapat bertumbuh dan berkembang baik. Bibit aren perlu dipupuk untuk  meningkatkan pertumbuhan. Takaran dan jenis pupuk untuk bibit aren berbeda menurut umur bibit (Tabel ). Cara pemupukan ,yaitu dengan memasukkan pupuk ke dalam media tumbuh mengelilingi bibit dengan jarak sekitar 5 cm.  Pemupukan dilakukan  setiap 2 bulan. Selain pupuk buatan, penggunaan pupuk organik kotoran sapi sebanyak 300 g/bibit memberikan pertumbuhan bibit aren yang baik.

Setelah bibit berumur 1-2 tahun, dipindahkan ke lokasi penanaman/kebun dengan ukuran lubang tanam  50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm.

Tabel  Takaran dan jenis pupuk bibit aren.

Umur bibit (bulan)

Urea (g/bibit)

TSP

(g/bibit)

2

10

5

4

10

10

6

20

15

8

25

20

 

 

Print Friendly