Survey Awal Calon Kebun Wisata Buah Eksotik Berbasis Kelapa di Batam

Sebagai tindak lanjut pertemuan Kepala Balit Palma, Balitbangtan dengan Bapak MENPAN RB Republik Indonesia, Dr.  Asman Abnur SE, MSi, atas ketertarikan beliau membangun Kebun Wisata Buah Eksotik Berbasis Kelapa, pada hari sabtu 10 Juni 2017, telah dilakukan survey lokasi lahan di Pulau Kenun,  Kecamatan Galang, Kota Batam. Pulau ini sangat dekat dengan  bibir selatan pulau Batam yang bisa dijangkau dengan speed boat kurang lebih 10 menit.

Lokasi lahan Kebun Buah Eksotik tersebut dikelilingi tumbuhan bakau dengan pengaruh air pasang yang rendah. Secara umum jenis tanahnya lempung berpasir, sehingga sesuai untuk tanaman kelapa. Tujuh titik sumber air ditemukan di lokasi, yang berpotensi dimanfaatkan mendukung kebutuhan air untuk tanaman yang nanti diusahakan secara intensif. Untuk mengetahui kandungan hara tanah dan daun, telah diambil sampel tanah dan daun kelapa untuk diuji di Laboratorium Balai Penelitian Tanah, Balitbangtan di Bogor.

Hasil survei telah disampaikan kepada Bapak Menteri, sekaligus rencana desain kebun pada saat buka puasa bersama di kediaman beliau, di Desa Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Pada momen BukBer tersebut, bapak MENPAN RB  meminta Kepala Balit Palma mempresentasikan konsep pengembangan kebun Buah Eksotik Berbasis Kelapa dan pengembangan kelapa untuk produksi gula, yang disarankan  dikembangkan secara luas di Pulau Batam. Di depan beberapa pejabat Propinsi Kepulauan Riau, Kepala Balit Palma, Balitbangtan, Dr. Ismail Maskromo sebagai narasumber menyatakan kesediaannya memenuhi permintaan pak Menteri untuk mendukung pengembangan kelapa di provinsi Kepri tersebut. Berbagai inovasi teknologi tanaman palma dari Balitbangtan, Kementan seperti jarak dan sistem tanam baru kelapa, teknologi baru budidaya kelapa dan peningkatan nilai tambah produk kelapa dan palma lainnya berpeluang diterapkan di propinsi terdekat dengan negara tetangga Singapura.