Salam Kelapa! Catatan singkat dari “Coconut Day 2017” di Negeri Seribu Parit

Festival Kelapa Internasional dalam rangka coconut Day 2017 telah dilaksanakan dengan meriah di Kabupaten berjuluk “Negeri Hamparan Kelapa Terluas di Dunia” Indragiri Hilir pada 09 – 11 September 2017. Rangkaian acara berupa Pameran, Pemecahan Rekor MURI minum 10.000 butir air Kelapa secara serentak dan 500 kuliner berbahan baku kelapa, seminar Internasional serta  kunjungan lapang di kebun dan industri kelapa.
Acara besar yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan  kelapa ini,  digagas Bupati Indragiri Hilir dan Sahabat Kelapa Indonesia. Acara dibuka oleh Gubernur Riau dan dihadiri Direktur Jendral Perkebunan, Direktur Jendral Perdagangan, Direktur Eksekutif APCC,  serta  beberapa pimpinan daerah sentra kelapa.  Badan Litbang Pertanian ikut ambil bagian dalam Seminar Internasional yang bertajuk “Merevitalisasi Kelapa Indonesia Menyongsong Bangkitnya Pasar Global”. Kepala Balit Palma menyampaikan makalah “Teknologi Perbanyakan dan Peran Penting Ketersediaan Benih dalam mendukung Program Peremajaan Tanaman Kelapa”. Pemakalah lainnya dari Direktorat Perkebunan, Direktur Eksekutif Asia Pasific Coconut Comunity (APCC) dan Wakil Dirut PT. Pulau Sambu. Sebagai moderator Prof. Dr. Ir. Novarianto Hengky, MS, peneliti senior dari Balit Palma, Balitbangtan. Peserta seminar meliputi perwakilan Pemerintah daerah sentra kelapa, pelaku usaha, asosiasi perkelapaan dan petani kelapa.
Masalah perbenihan merupakan  topik yang hangat didiskusikan dalam acara seminar tersebut. Program pengembangan kelapa saat ini dihadapkan pada ketersediaan benih yang terbatas. Hingga tahun 2017 Badan Litbang Pertanian  telah menghasilkan  24  varietas Kelapa Dalam Unggul sebagai sumber benih untuk pembangunan kebun induk benih,  mendukung program “Tahun Benih 2018” dari Kementrian Pertanian.  Selain itu telah dievaluasi dan ditetapkan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih di 30 provinsi  sebagai sumber benih sebar untuk pengembangan kelapa. Benih dari varietas-varietas tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan benih dalam waktu cepat. Perbanyakan benih kelapa secara massal melalui kultur jaringan diharapkan  menjadi solusinya,  melalui kerjasama pemerintah pusat,  daerah dan swasta. Jayalah Kelapa Indonesia ! (IM,2017)