Rapat Kerja Pusat Unggulan IPTEK Tahun 2019: INNOVATION FOR ALL

Rapat Kerja Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Tahun 2019 sukses digelar pada Rabu-Kamis, 30-31 Januari 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Kawasan Puspiptek Serpong dihadiri oleh sekitar 400 orang peserta yang merupakan perwakilan dari lembaga PUI di Indonesia. Dalam sambutannya, Direktur Lembaga Litbang Kemenristek Dikti Ir. Kemal Prihatman, M.Sc menyampaikan bahwa pada Tahun 2019, diharapkan akan tercipta harmonisasi antara 137 lembaga PUI dari lembaga Litbang dan non Litbang. Lembaga yang tergabung dalam PUI pada tahun 2019, sebanyak 81 lembaga sudah ditetapkan, 52 dalam pembinaan dan 4 instansi yang non aktif. Selanjutnya Ir. Kemal Prihatman, M.Sc yang secara resmi membuka acara ini menegaskan kembali bahwa lembaga PUI harus mampu menghasilkan inovasi yang secara spesifik merupakan teknologi yang dapat dikomersialisasikan dan bermanfaat untuk masyarakat luas. Balai Penelitian Tanaman Palma, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian sebagai salah satu lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek sejak tahun 2016 hadir dan berpartisipasi aktif pada kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut. Tim Balit Palma yang hadir dalam acara yang digelar di Auditorium Widya Bhakti ini, yaitu Kepala Balit Palma Dr. Ismail Maskromo, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Djunaid Akuba, S.Sos, Kepala Seksi Pelayanan Teknik Ir. Jeanette Kumaunang, M.Sc, Kepala Seksi jasa Penelitian Engelbert Manaroinsong, SP, M.Si dan Koordinator Program dan Evaluasi Dr. Steivie Karouw.

Agenda pada hari kedua, yaitu sinergisme antar lembaga PUI untuk mengakselerasi pencapaian inovasi. Pada sesi ini masing-masing lembaga PUI telah menginput pada website PUI keunggulan yang dimiliki serta kebutuhan yang diharapkan. Sebagai lembaga yang telah ditetapkan sebagai PUI kelapa, Unggulan Iptek Kelapa yang dimiliki Balit Palma, yaitu sumber daya manusia, sarana prasarana pendukung penelitian berupa laboratorium, kebun percobaan dan teknologi bidang pemuliaan, hama penyakit, budidaya dan pasca panen. Balit Palma didukung oleh 81 orang pegawai dan 30 orang diantaranya adalah peneliti. Laboratorium Balit Palma sejak Tahun 2016 telah terakreditasi ISO 17025: 2008, khusus untuk pengelolaan managemen, sejak tahun 2018 lembaga ini telah memperoleh sertifikat ISO 9001-2015. Kebun percobaan seluas 174 ha ditanami sekitar 362 aksesi kelapa, sagu, aren dan pinang. Teknologi yang telah dihasilkan, antara lain varietas unggul kelapa, jarak dan sistem tanam serta rekomendasi pemupukan kelapa, pengendalian terpadu hama dan penyakit kelapa, dan diversifikasi produk olahan kelapa (minyak goreng sehat, Virgin Coconut Oil, nata de coco, gula kelapa, nira kelapa segar dan asap cair). Untuk memperkuat daya saing teknologi yang telah dihasilkan, maka beberapa kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh Balit Palma antara lain efektivitas pemupukan tanaman kelapa, pemanfaatan asap cair untuk pengawet produk pangan, pemanfaatan kayu kelapa untuk palet dan dinding akustik, pengolahan sabut kelapa menjadi biofuel generasi kedua, dan formulasi produk picola. Untuk itu telah dilakukan sinergisme dengan beberapa lembaga riset, seperti, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Balai Besar Riset Pengolahan Produk Bioteknologi Kelautan, Riset Perkebunan Nasional, Pusat Penelitian Biomaterial, Pusat Penelitian Kimia dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Kolaborasi antara lembaga riset tersebut telah dipadukan melalui peta sinergisme yang nantinya menjadi acuan untuk kegiatan PUI yang akan dibiayai Tahun 2019.(EM,2018)

Print Friendly