Rapat Kerja Pusat Unggulan Iptek Tahun 2018: Sinergi Untuk Negeri

Rapat Kerja Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Tahun 2018 sukses digelar pada Selasa-Rabu, 6-7 Februari 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di Kawasan Puspiptek Serpong dihadiri oleh sekitar 360 orang peserta yang merupakan perwakilan dari lembaga PUI di Indonesia. Dalam laporannya, Direktur Lembaga Litbang Kemenristek Dikti Ir, Kemal Prihatman, M.Sc menyampaikan bahwa pada Tahun 2018, diharapkan akan tercipta harmonisasi antara 102 lembaga PUI, yaitu 78 PUI Litbang dan 24 PUI Perguruan Tinggi. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristek Dikti Dr. Patdono Suwignjo yang secara resmi membuka acara ini menegaskan kembali bahwa lembaga PUI harus mampu menghasilkan inovasi yang secara spesifik merupakan teknologi yang dapat dikomersialisasikan dan bermanfaat untuk masyarakat luas. Balai Penelitian Tanaman Palma, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian sebagai salah satu lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek sejak tahun 2016 hadir dan berpartisipasi aktif pada kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut.

Hari kedua diawali dengan kunjungan ke lembaga riset yang terletak di sekitar lokasi. Tim Balit Palma mengunjungi Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Nasional (PTRRN). Lembaga ini fokus risetnya terkait kesehatan dan pengobatan dengan teknologi nuklir. Beberapa Rumah Sakit terkemuka di Indonesia yang memiliki fasilitas pengobatan dengan terapi nuklir yang telah menjadi mitra PTRRN di antaranya RS Hasan Sadikin Bandung, RS Tjipto Mangunkusumo, RS Slamet Riyadi Semarang dan RS Jantung Harapan Kita. Hasil penelitian PTRRN telah dipatenkan dan dikomersialisasikan oleh PT Kimia Farma. Selanjutnya masih pada hari yang sama dilakukan sinergisme kegiatan antara lembaga PUI. Untuk memudahkan proses sinergisme, maka masing-masing lembaga PUI telah menginput pada website PUI keunggulan yang dimiliki serta kebutuhan yang diharapkan. Unggulan Iptek Kelapa yang dimiliki Balit Palma, yaitu sumber daya manusia, sarana prasarana pendukung penelitian berupa laboratorium, kebun percobaan dan teknologi bidang pemuliaan, hama penyakit, budidaya dan pasca panen.

Balit Palma didukung oleh 89 orang pegawai dan 30 orang diantaranya adalah peneliti. Laboratorium Balit Palma sejak Tahun 2016 telah terakreditasi ISO 17025: 2008. Kebun percobaan seluas 174 ha ditanami sekitar 362 aksesi kelapa, sagu, aren dan pinang. Teknologi yang telah dihasilkan, antara lain varietas unggul kelapa, jarak dan sistem tanam serta rekomendasi pemupukan kelapa, pengendalian terpadu hama dan penyakit kelapa, dan diversifikasi produk olahan kelapa (minyak goreng sehat, Virgin Coconut Oil, nata de coco, gula kelapa dan nira kelapa segar). Untuk memperkuat daya saing teknologi yang telah dihasilkan, maka beberapa kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh Balit Palma antara lain teknik perbanyakan benih secara massal, design labeling dan teknik pengemasan untuk komersialisasi produk kelapa serta pemupukan dengan teknologi radioisotop. Untuk itu telah dilakukan sinergisme dengan beberapa lembaga riset, seperti Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bio Industri, Kebun Raya Bogor, Pusat Aplikasi Isotop dan Radisasi, Balai Pengemasan Produk Pangan Tradisional, Riset Perkebunan Nasional, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika, Balai Besar Padi dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Kolaborasi antara lembaga riset tersebut telah dipadukan melalui peta sinergisme yang nantinya menjadi acuan untuk kegiatan PUI yang akan dibiayai Tahun 2018.

Print Friendly