Perwakilan Pemerintah dan Pengusaha Malaysia Jajaki Kerjasama Dengan Balit Palma

Kiprah Balit Palma, Badan Litbang Pertanian sebagai lembaga pemegang mandat penelitian tanaman kelapa semakin dikenal luas. Senin, 3 September 2018 Kepala Balai Penelitian Tanaman Palma Dr. Ismail Maskromo menerima kunjungan tim Malaysian Kuwait Investment Co. Sdn. Bhd dan Jabatan Pertanian Sabah Malaysia. Turut serta dalam rombongan, Bapak Mohd. Kairi Bin Ayob dari Tulus Sejagad SDN.BHD, perusahaan swasta asal Malaysia yang telah lama menggeluti bisnis kelapa serta Bapak Hendrik Patuwo dari PT. Indovaris Sinergi, Perusahaan Swasta Nasional yang mengorganisir rangkaian kunjungan ke Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Pada pertemuan yang berlangsung di Gedung TSP Bioindustri Palma Mapanget ini, para tamu menyaksikan capaian hasil penelitian yang dikemas melalui Profil Balit Palma melalui video yang ditayangkan di ruang mini teater. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang diawali dengan pemaparan varietas unggul kelapa nasional serta kelapa eksotik oleh Dr. Ismail Maskromo. Hadir dalam pertemuan ini Kabid KSPHP Puslitbang Perkebunan Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D, Kepala Seksi Jasa Penelitian Engelbert Manorinsong, SP, M.Si, Kepala Seksi Pelayanan Teknik Ir. Jeanette Kumaunang, M.Sc bersama para peneliti dan pengelola kerjasama Djunaid Akuba, S.Sos.

Kekayaan Plasma Nutfah kelapa koleksi Balit Palma, menjadi daya tarik untuk melakukan kolaborasi pengembangan kelapa ke depan, demikian diungkapkan oleh pimpinan rombongan Datuk Idrus Shafie. Menanggapi hal tersebut Kabid KSPHP Puslitbang Perkebunan menyatakan bahwa Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian sangat mengapresiasi rencana ini. Hal ini akan memperkuat jalinan kerjasama antara pemerintah Malaysia dan Indonesia. Peneliti pemulia Balit Palma Prof. Dr. Hengky Novarianto, Dr. Donata Pandin, Ir. Miftahorrachman, Dr. Budi Santosa dan Meity Tulalo, SP, MP yang hadir dalam diskusi ini memberikan informasi secara detil terkait varietas unggul kelapa serta kelapa Hibrida yang telah dirilis. Prof. Dr. Meldy Hosang ahli peneliti utama bidang hama penyakit didampingi Dr. Novalisa Lumentut memberikan penjelasan mengenai pengendalian Oryctes dan Brontispa yang selama ini diteliti pada skala laboratorium dan berhasil diaplikasikan di lapang. Menutup pertemuan ini, Dr. Ismail Maskromo mengungkapkan bahwa Balit Palma akan mendukung penuh rencana kerjasama ke depan untuk pengembangan kelapa, yang tentunya melalui koordinasi dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian serta Badan Litbang Pertanian-Kementerian Pertanian.

Print Friendly