Bimbingan Teknis Budidaya Kelapa di Jawa Barat dan Tindak Lanjutnya

Pendampingan di lapanganDalam rangka Kegiatan bimbingan teknis budidaya tanaman kelapa di Jawa Barat, BalitPalma Manado menugaskan tenaga peneliti Ir. Ismail Maskromo, MSi sebagai narasumber. Lokasi pembinaan meliputi lima sentra produksi kelapa yaitu Kab. Sukabumi, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Kab. Pangandaran. Tanaman kelapa di kelima sentra kelapa di Jawa Barat ditanam dalam pola tanaman campuran dengan tanaman buah-buahan dan tanaman pangan. Sebagian di antaranya ditanam bersama dalam satu lokasi dengan tanaman kehutanan, sehingga pertumbuhan tidak optimal dan produksi buah terbatas, karena terjadi persaingan unsur hara dan radiasi matahari. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan produksi buah kelapa disarankan hanya menanam tanaman sela yang tingginya tidak akan melebihi tingginya tanaman kelapa dan mengatur jarak tanaman yang cukup (± 3 m) dari tanaman kelapa. Penanaman tanaman kehutanan disarankan di lokasi yang berbeda dari blok pertanaman kelapa.

Kegiatan bimbingan teknis budidaya tanaman kelapa merupakan salah satu program Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jawa Barat yang bertujuan melakukan pembinaan pengelolaan tanaman kelapa di beberapa sentra produksi kelapa wilayah area Jawa Barat. Pada tahun 2015 lokasi pembinaan meliputi lima sentra produksi kelapa yaitu Kab. Sukabumi, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Kab. Pangandaran. Kegiatan dihadiri oleh kelompok tani binaan Dinas Perkebunan dan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) terkait di kabupaten/kota tersebut. Pelaksanaan kegiatan berupa dialog dengan petani, staf dinas dan petugas teknis terkait potensi dan pengelolaan kelapa, pemaparan teknik budidaya dan pengelolaan kelapa, tanya jawab dan dilanjutkan dengan kunjungan/praktek lapang.

Hasil dari pengamatan menunjukan terdapat beberapa masalah pada masing-masing lokasi bimbingan teknis. Salah satu masalah adalah produk utama tanaman kelapa di empat lokasi yaitu Kab.Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran umumnya dalam bentuk butiran dengan harga tertinggi di kota Banjar yaitu Rp. 1400,- perbutir dan terendah di Kab. Pangandaran yaitu Rp.1000,-. Hanya di Kab. Sukabumi yang menyadap nira untuk diolah menjadi gula cetak. Pengolahan minyak dari buah kelapa sudah tidak diusahakan lagi, dengan alasan biaya pengolahannya lebih besar dibandingkan dengan harga jual minyak kelapa. Umumnya tanaman kelapa milik petani tidak dipupuk, sehingga pertumbuhannya tidak optimal dan produksi buahnya rendah. Melalui perhitungan produksi buah atau gula yang diperoleh dari tanaman kelapa selama satu tahun. Sebagian besar tanaman kelapa yang berada di lima lokasi binaan telah berumur tua. Sebagaian di antaranya mulai ditebang untuk bahan bangunan.

Penjelasan di ruanganSaran yang telah diberikan pada masalah produksi kelapa adalah sebagai berikut : (1) Tingginya nilai tambah dari nira kelapa yang diolah menjadi gula oleh petani di Kab. Sukabumi dapat ditiru oleh lokasi lainnya melalui pembinaan/pelatihan dan pendampingan dari dinas/SKPD terkait, karena kebutuhan pasar gula kelapa cukup tinggi dan belum terpenuhi ; (2) Pengolahan nira kelapa menjadi gula cetak yang harganya hanya Rp. 8.000,- per kg disarankan untuk dirubah bentuk olahannya menjadi gula kristal (gula semut) dengan harga jual yang lebih tinggi yaitu Rp. 12.500 – Rp.15.000 per kg tergantung kualitas nya ; (3) Pengolahan minyak dari buah kelapa perlu digalakkan kembali dengan mengadopsi teknologi pengolahan kelapa dari Badan Litbang Pertanian melalui UPT BalitPalma Manado, dengan model pengelolaan secara berkelompok dengan dukungan pengemasan yang menarik serta promosi dan pemasaran yang baik. Untuk masalah pupuk, petani disarankan untuk menyisihkan biaya pembelian pupuk untuk kelapa. Dengan harga upuk NPK bersubsidi yaitu Rp. 3000,- per kg, petani diharapkan dapat menyisihkan biaya pembelian pupuk sebanyak 10 kg untuk dua kali aplikasi setahun. Segera lakukan peremajaan tanaman kelapa menggunakan benih unggul. Benih unggul dapat dipeoleh dari benih unggul hasil teknologi Badan Litbang Pertanian. Alternatifnya adalah memanfaatkan tanaman Blok Penghasil Tinggi kelapa yang telah diidentifikasi oleh BalitPalma Manado bersama Disbun Jawa Barat.

Tiga di antara lima lokasi yaitu Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Kota Banjar telah memiliki lokasi Demplot Pengemmbangan Kelapa yang dimaksudkan sebagai lokasi percontohan pengelolaan kelapa kerjasama Dinas Perkebunan Provinsi, Dinas terkait di masing-masing Kabupaten/kota dengan petani. Telah disarankan untuk melakukan pengelolaan tanaman kelapa sesuai teknologi Badan Litbang Pertanian sehingga dapat menjadi contoh petani kelapa di sekitarnya.

( Ismail Maskromo / Balit Palma )

Print Friendly