Peran Elaeidobius Kamerunicus Sebagaii Polinator Di Pertanaman Kelapa Sawit

Bunga Jantan Sawit Sedang AnthesisProduksi Kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penyerbukan. Karena Kelapa sawit merupakan tanaman yang buah jantan dan betinanya terpisah, sehingga diperlukan bantuan polinator, yang paling efisien dan efektif adalah dengan menggunakan serangga Elaeidobius Kamerunicus.

Kelapa sawit merupakan tanaman monokotil dan bersifat monoecious, yaitu bunga jantan dan betina tumbuh secara terpisah pada satu tanaman. Waktu anthesis kedua jenis bunga tersebut jarang bersamaan dalam satu pohon, sehingga dalam penyerbukan memerlukan perantara yang mampu memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina yang sedang anthesis.

Elaeidobius kamerunicus adalah kumbang moncong yang termasuk ordo Coleoptera, family Curculionidae, dan sub family Delominae. Kehidupan kumbang ini bergantung pada bunga jantan kelapa sawit. Pada saat E. kamerunicus berada di bunga jantan dan merayap pada spikelet, butiran polen yang melekat pada tubuhnya akan jatuh pada stigma disaat E. kamerunicus mengunjungi bunga betina untuk mengambil nektar. Adanya E. kamerunicus pada perkebunan sawit dapat memberikan keuntungan bagi produktivitas kelapa sawit, diantaranya dapat meningkatkan produksi minyak dan nilai fruit set. Nilai fruit set yang baik pada kelapa sawit adalah diatas 75%. Nilai ini dapat dicapai dengan adanya populasi kumbang E. kamerunicus minimum sekitar 20.000 ekor per hektar.

E. kamerunicus diintroduksi dari Malaysia ke Indonesia pada tahun 1982. Serangga penyerbuk ini kemudian menyebar dan berperan penting dalam proses penyerbukan pada tanaman kelapa sawit di seluruh Indonesia. Sebelum E. kamerunicus diintroduksi, penyerbukan kelapa sawit dilakukan dengan bantuan manusia (assisted pollination) yang memerlukan biaya operasional tinggi, namun setelah diintroduksi ke Indonesia E. kamerunicus telah menggantikan penyerbukan buatan yang dilakukan oleh manusia.

Imago E. kamerunicusImago Jantan

E. kamerunicus merupakan serangga polinator yang paling efisien dan beradaptasi sangat baik pada bunga jantan kelapa sawit. Serangga pollinator E. kamerunicus memiliki keistimewaan yaitu :

  1. meningkatkan produksi karena meningkatnya persentase buah jadi pada tandan sehingga berat tandan bertambah 15-20%. Dengan makin banyaknya buah yang jadi maka persentase inti (kernel) yang dihasilkan meningkat,
  2. meningkatkan rendeman inti,
  3. dapat menghemat biaya terutama dalam tenaga kerja untuk penyerbukan, pada daerah kurang tenaga kerja, dan
  4. dapat dipindahkan dari berbagai fase perkembangan hidupnya seperti telur, larva, pupa dan imago ke daerah-daerah yang masih memiliki populasi E. kamerunicus rendah.

 

Berkaitan dengan pentingnya peranan serangga penyerbuk E. kamerunicus ini maka pemanfaatan E. kamerunicus sebagai polinator alami diperlukan dalam meningkatkan produktivitas sawit, sehingga populasi dan efektivitasnya perlu dijaga, ditingkatkan serta dipertahankan optimalisasi pemanfaatannya untuk menunjang produktivitas kelapa sawit.

(Novalisa Lumentut – Balit Palma)

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google