Perakitan Lontar Hibrida Berbatang Pendek

Lontar adalah salah satu jenis palma penghasil nira, sebagai bahan baku gula lontar. Tanaman ini banyak tersebar di daerah beriklim kering seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu Kabupaten di NTT yang memiliki populasi lontar cukup banyak dan merupakan sumber pangan dan pendapatan masyarakat di pulau Sabu. Masyarakat Sabu menyadap nira lontar kemudian diolah menjadi gula cair dan gula semut. Untuk menyadap nira, penyadap harus memanjat pohon lontar pada pagi dan sore hari. Akhir-akhir ini produktivitas lontar menurun, karena tenaga muda tidak tertarik menjadi penyadap nira lontar dengan alasan pohon lontar tinggi. Memanjat pohon lontar yang tinggi sangat beresiko jatuh. Selain itu umur lontar mulai berbunga cukup lama. Karena itu lontar yang berukuran batang pendek dan lebih cepat berbunga menjadi harapan masyarakat Sabu untuk mengatasi masalah yang dihadapi saat ini. Untuk mewujudkan harapan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Palma BALITBANGTAN untuk merakit Lontar Hibrida yang diharapkan memiliki batang lebih pendek dan waktu berbunga lebih cepat.

Kerjasama tersebut telah dimulai sejak tahun 2017 dengan melakukan karekterisasi dan seleksi Pohon Induk betina dan jantan yang berukuran pendek serta lebih cepat berbunga, selanjutnya dilakukan persilangan. Pada tahun 2018 ini dilakukan pembibitan benih lontar hasil persilangan tahun 2017 dan melanjutkan persilangan pohon induk yang terseleksi untuk menambah jumlah benih lontar hibrida. Hasil pengamatan pada pembibitan hasil persilangan tahap pertama, diperoleh daya kecambah 60%. Setelah 4 bulan benih dikecambahkan, sebagian benih telah mengeluarkan koleoptil, bahkan ada juga ditemukan telah berdaun. Bibit lontar hibrida tersebut direncanakan akan di tanam di lapang di awal musim hujan pada bulan November 2018.

Print Friendly