Penilaian dan Penetapan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih Kelapa Genjah Merah di Pulau Dewata Bali

Pulau Bali sebagai salah satu primadona wisata di Indonesia karena alam yang indah dan kaya akan aneka kesenian dan kebudayaan yang sudah terkenal sampai di seluruh dunia. Bali dalam kesehariannya juga menyimpan banyak aneka ragam tanaman termasuk kelapa. Kelapa banyak digunakan dalam upacara adat dan keagamaan di Bali mulai dari daun sampai buahnya. Kebutuhan akan kelapa yang banyak membuat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali sejak tahun 2016 berusaha mencari sumber benih unggul untuk pengembangan tanaman kelapa di Bali. Balitbangtan diwakili Balit Palma Ir. Jeanette Kumaunang, MSc, bekerjasama dengan Ditjenbun yang diwakili Ratna Rubandiah, SE, MSc, BBPPTP Surabaya PH. Padang, SP, M.Agr beserta Tim dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali serta Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana bersama-sama melakukan kegiatan Penilaian dan Penetapan Kebun Sumber Benih Kelapa Genjah Merah di Kabupaten Jembrana pada 22 – 25 Mei 2018. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan teknologi Balitbangtan untuk seleksi Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Pemilihan Pohon Induk Terpilih (PIT) Kelapa yang dilakukan di empat lokasi di dua Kecamatan, telah diseleksi dua lokasi yaitu pertama BPT seluas 8.1 ha di Kecamatan Mendoyo yang terdiri dari dua desa yaitu Mendoyo Dangin Tukad dan Desa Delodberawah. Kedua BPT seluas 6.25 ha di Kecamatan Pekutatan yaitu di Desa Pengeragoan dan Desa Gumbrih.

BPT di Kabupaten Jembrana mempunyai potensi produksi kopra 2.02 ton kopra/ha/tahun. Kegiatan dilanjutkan dengan memilih pohon-pohon yang baik yang dapat dijadikan sumber benih untuk dijadikan bibit berkualitas yang akan disebar ke masyarakat. Ciri-ciri pohon induk terpilih kelapa yaitu mempunyai tandan di atas 12 buah, dengan minimal buah pertandan adalah 7 butir. Pada BPT Kelapa di Desa Mendoyo Dangin Tukad Kecamatan Mendoyo telah berhasil diseleksi 100 PIT kelapa dengan potensi produksi benih 13.356 butir benih. Untuk BPT di Desa Delodberawah Kecamatan Mendoyo berhasil diseleksi 74 PIT Kelapa yang berpotensi memproduksi benih 10.210 butir benih. Untuk BPT di Kecamatan Pekutatan yaitu di Desa Pengeragoan berhasil diseleksi 40 PIT dengan potensi produksi benih 5.990 dan di Desa Gumbrih sebanyak 58 PIT dengan potensi produksi benih 8.686 butir. Sehingga total benih yang dapat diperoleh di Kabupaten Jembrana sebanyak 38.242 butir benih yang dapat digunakan untuk peremajaan tanaman kelapa Genjah seluas 250 ha per tahunnya.

Dengan bertambahnya pohon induk terpilih kelapa diharapkan dapat memenuhi program peremajaan tanaman kelapa Genjah di tahun 2019 di Provinsi Bali yang direncanakan seluas 1.000 ha dapat terpenuhi dengan memadukan bukan hanya kelapa Genjah Merah tetapi dengan Kelapa Genjah Kuning Bali dan Genjah Salak yang merupakan kelapa unggul nasional yang telah dilepas Menteri pertanian pada tahun 2006 dan telah ditetapkan sebagai sumber benih pada tahun 2016 dan tahun 2017.

Print Friendly