PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU KALIMANTAN PADA TANAMAN KELAPA

Salah satu kendala dalam pengembangan tanaman kelapa adalah penyakit layu Kalimantan yang telah menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani kelapa. Menurut hasil analisa,gejala penyakit yang disebabkan oleh Mycoplasma Like Organism (MLO) yang disebut Phytoplasma ini adalah produksi mayang dan buah menurun sampai 50% dan berkurangnya jumlah pelepah serta bagian bawah menguning dan lama-kelamaan mengering, jatuh dan akhirnya mati. Gejala lain adalah bunga gugur dan tidak terbentuk endosperm serta bakal bakal bunga tidak terbuka dan kering. Serangan terjadi pada tingkat umur tanaman produktif dan berkembang sangat cepat (Gambar 1).

Gambar 1. a) Gejala serangan , b) Buah kena penyakit, c) Daun tombak membusuk, d) Tangkai busuk dan tidak terbuka. (Sumber: Waroka, 2005)

Penularan Phytoplasma terjadi secara alami melalui vektor serangga yang mempunyai tipe alat mulut menusuk dan menghisap dari ordo Homoptera. Phytoplasma juga dapat menyebar melalui dodders Cascutaceae dan perbanyakan vegetatif (penempelan tanaman terinfeksi ke tanaman sehat).

Sampai saat ini belum ada teknologi pengendalian yang efektif untuk memberantas penyakit ini karena Phytoplasma belum dapat dikulturkan pada media tumbuh sehingga menyulitkan pengujian laboratorium. Beberapa tindakan pengendalian yang dianjurkan adalah:

  • Pembersihan kebun secara berkala dan pemupukan rutin
  • Penebangan tanaman yang kena penyakit, dikeluarkan dan dibakar
  • Pembersihan gulma dan penyemprotan insektisida
  • Penebangan jika terdapat serangan baru
  • Injeksi antibiotik hydro oxytetracyclin 3-6 cc/pohon/tahun