Pengendalian Kumbang Kelapa

oryctesKumbang Oryctes sudah umum dikenal oleh petani kelapa dan menyebar hampir pada seluruh pertanaman kelapa di Indonesia. Kumbang ini merusak pelepah daun muda yang belum terbuka dan setelah terbuka terlihat guntingan segi tiga (Gambar 34). Hama ini juga merusak spadiks, akibatnya produksi menurun dan serangan berat menyebabkan tanaman mati. Serangan hama ini dapat berlangsung sepanjang tahun dan populasinya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya tempat berkembang biak dari hama tersebut. Sistem peremajaan dengan menebang tanaman kelapa tua dan mengganti dengan tanaman baru akan menimbulkan masalah hama Oryctes karena tersedia tempat berkembang biaknya.

Pada tanaman muda yang berumur 2 tahun atau kurang, kumbang merusak titik tumbuh sehingga menyebabkan tanaman mati.  Suatu populasi kumbang dalam tahap makan sebanyak 5 ekor per ha dapat mematikan setengah dari tanaman yang baru ditanam. Informasi ini menunjukkan bahwa hama Oryctes merupakan hama yang berbahaya pada tanaman kelapa.

Hama kumbang Oryctes dapat dikendalikan secara terpadu melalui tindakan sanitasi, pemanfaatan musuh alami seperti Baculovirus oryctes dan Metarhizium anisopliae, penggunaan feromon, kanfer, dan serbuk mimba.

a.    Sanitasi : dilakukan dengan cara menebang tanaman yang sudah mati kemudian kayunya dimanfaatkan untuk kayu bangunan, perabot rumah tangga atau kayu bakar. Kayu kelapa juga dapat ditumpuk dan dibakar. Pembakaran batang kelapa ini dapat dilakukan secara bertahap sampai semua terbakar dengan demikian tidak menjadi tempat berbiak dari hama Oryctes.
b.    Penggunaan Baculovirus oryctes : untuk mengendalikan populasi hama Oryctes di lapangan. Kumbang Oryctes yang terinfeksi Baculovirus sudah tersedia di laboratorium Balitka. Untuk pertanaman kelapa seluas 1 ha cukup dilepas 5 ekor terinfeksi Baculovirus.
c.    Pemanfaatan feromon : kumbang Oryctes diperangkap menggunakan pipa PVC yang bagian bawahnya ditutup dengan sepotong kayu. Dua lubang dibuat pada jarak 26 cm dari bagian atas pipa, dan 130 cm dari bagian bawah pipa. Lubang masuk dibuat dengan ukuran lebar 20 cm dan tinggi 10 cm untuk jalan masuk Oryctes. Feromon sintetik digantung lubang masuk tersebut. Setiap perangkap dimasukkan 2 kg serbuk gergaji sebagai tempat berkembang biak kumbang yang terperangkap hidup di dalamnya. Dua feromon dibutuhkan untuk setiap hektar pertanaman kelapa.
d.    Pemanfaatan kanfer (naftalene balls) :  Kanfer digunakan sebagai penolak (repellen) untuk hama Oryctes.  Pada tanaman kelapa berumur 3-5 tahun digunakan  3.5 g kanfer per pohon, yang diletakkan pada tiga pangkal pelepah dibagian pucuk. Aplikasi diulang setiap 45 hari.
e.    Pemanfaatan serbuk mimba (powdered neem oil cake) : Serbuk mimba (250 g) dicampur dengan 250 g pasir kemudian diaplikasikan pada pucuk kelapa yang menjadi tempat masuk Oryctes. Aplikasi dilakukan pada 3-4 pangkal pelepah pada bagian dengan interval 45 hari.

Print Friendly