Pengembangan Industri Kelapa Terpadu dan Prospeknya Menuju Tahun 2045

Bertempat di Menara KADIN, Lantai 3 Ruang Training telah dilaksanakan FGD Kelapa, Selasa, 30 Juli 2019 yang dihadiri oleh perwakilan dari Kementan, Kementerian Perindustrian, pengusaha dan industri kelapa, organisasi kelapa; DEKINDO, AISKI, PERPAKI, PERPEKINDO, pemerhati kelapa dan petani kelapa. Acara FGD Kelapa dibuka oleh bapak Rudyan Kopot sebagai Ketua Komite Tetap Perkebunan, KADIN Indonesia dan dimoderator oleh bapak H.Sunaryo Husen. Pada pembukaan tersebut disampaikan maksud dan tujuan FGD Kelapa ini yang bertujuan untuk pengembangan kelapa terpadu agar prospek ekonominya meningkat sampai tahun 2045, seperti yang sudah sukses pada Sawit.

Narasumber materi kelapa sebagai bahan diskusi disampaikan oleh:
1. Ditjenbun, pembinaan petani kelapa,
2. Green Coco, Wisnu Garjito, aneka produk berbasis kelapa,
3. Ketua AISKI, Efli Ramli, industri sabut kelapa,
4. Ketua PERPAKI, Abimanyu Jelino, industri arang kelapa,
5. Balitbangtan, Balit Palma, Prof.Dr.Ir. Hengky Novarianto, MS. peneliti utama, Bibit kelapa Genjah memperkuat kejayaan kelapa Indonesia,
6. Badan Litbang, Kementerian Perindustrian, Dr.Rizal Alamsya, Inovasi Teknologi Pengolahan Kelapa skala UKM,
7. PERPEKINDO, Petani kelapa, Muhammad Idrawis, strategi meningkatkan pendapatan petani kelapa.

Dalam diskusi muncul berbagai masalah mulai dari hulu, tentang bibit kelapa sampai ke hulu, pengolahan dan pemasaran kelapa. Tetapi masalah yang krusial dalam rangka pengembangan kelapa di Indonesia, terkait kesiapan dan kinerja SDM, mutu dan produk, efisiensi terkait cost transport yang mahal di banyak daerah, pemasaran, dan sebagainya termasuk birokrasi di daerah-daerah. Rumusan sementara diusulkan setiap asosiasi membuat rumusan masalah dari hulu sampai hilir. Lalu dua minggu depan rapat terbatas kembali dengan perwakilan organisasi-organisasi kelapa. Solusi permasalah yang dihadapi akan dibuat laporan 3 halaman maksimum untuk diteruskan kepada bapak Presiden Jokowi.(HN,2019)

Print Friendly