Peneliti Balit Palma Jadi Nara Sumber Bahas Kandungan Nutrisi Minyak Kelapa

Kesadaran konsumen akan pentingnya pangan sehat merupakan peluang strategis untuk pengembangan “pangan fungsional” yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga memberikan manfaat lebih untuk kesehatan manusia. Satu di antara pangan fungsional yang makin dilirik, yaitu minyak kelapa. Ulasan minyak kelapa sebagai salah satu sumber nutrisi penting oleh para ahli seperti Dr. Bruce Fife dengan bukunya “The healing miracles of coconut oil” dan Dr. Mary Enig mampu mengubah pemahaman konsumen arti pentingnya minyak kelapa untuk kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya konsumsi minyak kelapa di negara Eropa dan Amerika.

Seiring dengan peningkatan trend permintaan minyak kelapa sebagai pangan sehat, masyarakat perkelapaan dunia kembali diguncang dengan pernyataan dari seorang Professor bidang Epidemiologi Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard yang mengeluarkan statement dalam Bahasa Jerman di Universitats Klinikum Freiburg, Jerman yang menyatakan bahwa minyak kelapa merupakan racun alami “pure poison” dan merupakan makanan terburuk yang dapat dikonsumsi. Menanggapi hal tersebut organisasi negara penghasil kelapa di Asia dan Pasicif atau APCC serta negara penghasil kelapa seperti India telah memberikan penjelasan disertai hasil penelitian sebagai bukti ilmiah untuk membantah hal tersebut.

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa di dunia melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menggagas pertemuan untuk merumuskan point penting terkait “black campaign” tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 7 September 2018 menghadirkan nara sumber peneliti Ilmu Pangan dari Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma), Badan Litbang Pertanian Dr. Steivie Karouw dengan materi Asam lemak rantai medium minyak kelapa dan manfaatnya untuk kesehatan. Pembicara lainnya dr. Drupadi HS. Dillon, M.Sc, Ph.D, SpGK, dosen senior Ilmu Gizi pada Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyajikan mengenai Manfaat kesehatan VCO.

Acara yang digelar di ruang rapat Kementerian Perdagangan ini dihadiri oleh Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D selaku Kabid KSPHP Puslitbun, Ardi Simpala, STP, M.Sc dari Sahabat Kelapa Indonesia sekaligus sebagai Sekjen KOPEK (Koalisasi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa), Ir. Maruli dari Ditjenbun, Dr. Rizal Alamsyah peneliti Balai Besar Industri Agro, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Perhimpunan Pengusaha Minyak Kelapa Indonesia.

Pertemuan yang dipandu oleh Ibu Flora Susan Nongsina selaku Kasubdit Organisasi Komoditi, Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan RI berhasil merumuskan point penting yang kemudian akan dirangkum menjadi siaran pers dan akan diterbitkan pada salah satu koran nasional ternama.

Selain itu, juga diusulkan agar dapat dialokasikan dana yang memadai, sehingga dapat dilakukan penelitian yang komprehensif untuk pembuktian ilmiah melalui uji klinis ataupun penelitian yang melibatkan masyarakat lokal yang selama ini rutin mengkonsumsi kelapa dan olahannya dalam menu kesehariannya.

Bagi Indonesia kelapa merupakan komoditas rakyat.

Print Friendly