Penanganan Sagu Papua yang Terabaikan sebagai Sumber Benih Sagu Unggul

Penilaian dan Penetapan Kebun Blok Penghasil Tinggi dan Rumpun Induk Terpilih Sagu telah dilaksanakan sejak tanggal 1 sampai 6 Oktober 2018 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Tim penilai dan penetapan sagu dipimpin oleh Ir.Robert Sinaga,MM. dari Direktorat Perbenihan Perkebunan, Ditjenbun, peneliti sagu dari Balit Palma Prof.Dr.Ir.Hengky Novarianto, MS, staf teknis Reiner Monim,SP dari Dinas Perkebunan, Provinsi Papua, Florida I. Walti A, Mdp, UPTD Balai Benih Induk Perkebunan Provinsi Papua, Bernard Arsaka, STP., Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Mimika, Anang Sumardiyono,SP. sebagai PBT Ahli Madya, BBPPTP Surabaya, dan Sonny Songgonau, Pania Intan Jaya Timika, PT.Freeport. Pada Senin, 1 Oktober 2018 telah dilakukan pertemuan teknis dalam rangka persiapan dan pembagian kelompok kerja, yang terdiri atas Tim Sagu dan Tim Kelapa. Pada kesempatan tersebut, pak Alfons sebagai ketua tim PT. Freeport menyampaikan kegiatan kemasyarakatan yang dibantu PT.Freeport bagi masyarakat Kabupaten Mimika, terkait perkebunan kelapa, sagu, kopi, kakao dan perikanan. Ternyata PT.Freeport membutuhkan banyak serat sabut kelapa untuk reklamasi pantai dan lahan. Selama ini serat sabut kelapa diimport dari pulau Jawa. Diharapkan ke depan bisa diproduksi di Papua, dengan berkembangnya tanaman kelapa yang dimulai penyediaaan benih sumber. Demikian juga sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua dicarikan sumber benih unggul untuk pengembangan di Kab.Mimika. Pada tahun 2006-2007 telah diintroduksi berbagai jenis sagu unggul dari Desa Kehiran, Kab.Sentani, Papua untuk dikembangkan di Kab.Mimika. Sebelum diintroduksi staf teknis dari PT.Freeport sempat konsultasi ke Balitka selesai Simposoum Sago International di Sentani, Papua tahun 2005. Pada saat ini populasi sagu tsb.sudah mulai dipanen masyarakat dan sebagian hasilnya disuplai sebagai sumber makanan bagi karyawan/ti PT.Freeport. PT.Freeport membutuhkan tepung sagu sebanyak 400 kg setiap hari, sebagai salah satu sumber karbohidrat.

Pada Selasa, 2 Oktober 2018 tim sagu berkunjung ke Kampung Mioko, Desa Kamora, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika. Kampung Mioko memiliki sekitar 500 KK. Penilaian dilakukan pada lahan sagu seluas 200 m x 500 m. Menurut masyarakat Komoro bahwa terdapat sekitar 12 jenis sagu dengan berbagai tingkat produktivitas. Beberapa sagu yang produktivitas tinggi seperti; sagu Omiea-1, Oko, dan Durumu, yang berduri jarang dan duri rapat dari Distrik Mimika Tengah, dan jenis sagu Monepikiri dan Mbupuri dari Distrik Iwaka. Produktivitas sagu bervariasi dari 100-400 kg pati kering/pohon. Rumpun Induk Terpilih Sagu telah ditetapkan sekitar 20% dari populasi sagu sebagai sumber bibit sagu lokal. Pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 dilakukan pertemuan antar tim kelapa, dan sagu dengan pihak Freeport serta dinas perkebunan Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika. Perwakilan PT.Freeport yang dipimpin bapak Johannes menyampaikan bahwa PT.Freeport yang menyadari tinggal tunggu waktu hasil tambang akan habis, maka bagi masyarakat lokal disiapkan sebagai sumber pangan dan ekonomi dengan membantu mengembangkan komoditi kelapa, sagu, kopi dan kakao serta perikanan. Pada kesempatan tsb.

Print Friendly