Pembekalan dan Orientasi CPNS Kementerian Pertanian Formasi Tahun 2019

Kegiatan Pembekalan Dan Orientasi CPNS Formasi Tahun 2019 digelar secara langsung di Auditorium Kementerian Pertanian dan secara virtual dari masing – masing unit satuan kerja Kementerian Pertanian Se-Indonesia pada Rabu 16 Desember 2020. Kegiatan yang mengusung tema “Tanamkan di Pikiran Bahwa Pertanian Harus Maju, Mandiri, dan Modern” ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Dr.Ir. Momon Rusmono, Kepala Biro Organisasi Kepegawaian Kementerian Pertanian Drs. Zulkifli, Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Drs. Mudzakir, perwakilan dari tiap Unit Eselon I dan Eselon II Kementerian Pertanian, serta 491 CPNS yang hadir baik secara fisik maupun secara virtual. Acara dibuka oleh Drs. Zulkifli, MM selaku Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, sekaligus penyampaian laporan mengenai Penyelenggaraan CPNS 2019. Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Keputusan Menteri Pertanian tentang Pengangkatan CPNS Kementerian Pertanian kepada 11 perwakilan CPNS yang hadir secara langsung di Auditorium Kementerian Pertanian. Pada kesempatan ini Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitpalma) mendapatkan penambahan 7 SDM dengan formasi :
1. Bowo Apriyanto, S.Si. (Analisis Kimia)
2. Yulinar Firdaus S.T (Analisis Kimia)
3. Aisyah A.Md. (Teknisi Litkayasa)
4. Okta Aulia N M A.Md. (Teknisi Litkayasa)
5. Iqbal Imam Maulana A.Md. (Teknisi Litkayasa)
6. Roma Kurniawan A.Md. (Arsiparis)
7. Ajad Nugroho S.Sos (Arsiparis).

Dalam arahannya yang disampaikan oleh Dr.Ir. Moman Rusmono selaku Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian, bahwa tantangan yang harus dilakukan pada sektor pertanian yaitu mampu mencukupi dan mewujudkan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia serta mampu menyejahterakan petani Indonesia. Oleh karena itu pada penyampaiannya, arah kebijakan yang harus dilakukan yaitu mewujudkan pertanian yang Maju, Mandiri serta Modern. Maju artinya mampu meningkatkan produktivitas serta inovasi, Mandiri yaitu mampu menyediakan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia serta meminimalisir impor, dan Modern yaitu sektor pertanian yang dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Arahan selanjutnya disampaikan oleh Drs. Mudzakir selaku Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB mengenai bagaimana menciptakan Smart ASN agar mampu membawa birokrasi Indonesia berkelas dunia. Profil Smart ASN meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas. Strategi untuk menciptakan Smart ASN yaitu 6P yakni Perencanaan, Pengadaan, Pengembangan Kompetensi, Penilaian Kinerja dan Penghargaan, Pengembangan karier, serta peningkatan kesejahteraan. (Tim CPNS Balit Palma, 2020).

Print Friendly