Pelatihan Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio Untuk Staf Dishutbun Kabupaten Pati

Pembukaan PelatihanInovasi Teknologi Perbanyakan Bibit Kelapa Kopyor melalui teknik kultur jaringan sangat di butuhkan oleh Stakeholders. Diseminasi teknologi ini dilakukan antara lain melalui pelatihan. Balit Palma telah menyelenggarakan pelatihan terdiri dari penyampaian secara teori dan praktek di laboratorium.

Balai Penelitian Tanaman Palma menyelenggarakan fungsi, antara lain; pelaksanaan penelitian, kerjasama, informasi, dokumentasi, penyebarluasan dan pendayagunaan hasil penelitian tanaman palma. Paket dan komponen teknologi yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Palma harus didesiminasikan dan dilakukan alih teknologi antara lain dalam bentuk pelatihan / magang, agar dapat dimanfaatkan oleh pengguna / pemangku kepentingan. Salah satu teknologi yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Palma adalah perbanyakan kelapa kopyor melalui kultur embrio.

Kelapa kopyor merupakan komoditas andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan di cirikan oleh daging buah yang bertekstur gembur dan sebagian besar tidak melekat di tempurungnya serta rasa yang gurih pada buah yang mudah. Buah kopyor di duga berasal dari tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa berbuah kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal. Buah kelapa kopyor dapat dipasarkan dalam bentuk segar dan siap saji maupaun melalui pengolahan lebih dahulu. Di Indonesia, pemanfaatan kelapa kopyor lebih ditujukan untuk kebutuhan konsumsi bahan pangan berupa es kopyor, es krim kopyor, koktil, selei kopyor dan bahan campuran kue.

Pelatihan Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio Untuk Staf Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah telah dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Palma. Peserta pelatihan sebanyak 5 orang mengikuti kegiatan pelatihan selama 2 minggu, yakni sejak 3 – 17 Maret 2015, sedangkan pendamping sebanyak 4 orang mengikuti kegiatan sejak tanggal 3 – 7 Maret 2015. Perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, cara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi hanya menghasilkan 1-2 butir/tandan. Cara ini telah dilakukan oleh petani di kabupaten Sumenep, Pati dan Lampung Selatan. Kedua cara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang di hasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor .

Tujuan umum pelatihan perbanyakan kelapa kopyor dengan teknik kultur embrio, bertujuan untuk; mempercepat alih teknologi inovasi hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Palma, juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah dalam Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio. Secara khusus tujuan kegiatan pelatihan ini adalah setelah peserta pelatihan selesai mengikuti kegiatan ini, diharapkan dapat: memiliki wawasan dan memahami konsep umum tentang perbanyakan kelapa kopyor dengan teknik kultur embrio. Luaran yang diharapkan dari pelatihanini yaitu para peserta pelatihan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah, memahami dan menguasai hal-hal pokok yang berkaitan dengan teknologi Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio. Perkiraan dampak dari kegiatan pelatihan ini adalah; 1). Petugas staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah, telah mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan dalam memfasilitasi serta pendampingan terhadap kegiatan teknologi inovasi Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio, 2). Petani dapat mengembangkan penanaman kelapa kopyor dengan bahan tanaman hasil perbanyakan melalui kultur embrio yang dikembangkan dan disebarkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Materi tentang teknologi Perbanyakan Kelapa Kopyor Melalui Teknik Kultur Embrio telah disampaikan dalam kegiatan pelatihan ini, antara lain; Inovasi Teknologi Balai Penelitian Tanaman Palma, Pengenalan Kultur Jaringan dan Kultur Embrio Kelapa, Pengenalan dan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Kelapa, Pengenalan Varietas Kelapa Kopyor di Kebun Percobaan, Pengenalan Laboratorium Kultur Jaringan, Sterilisasi Alat dan Bahan Kultur Embrio, Pembuatan Larutan Stok Kultur Embrio Kelapa, Pembuatan Larutan Media Kultur Embrio Kelapa, Pengambilan Eksplan di Lapangan, Sterilisasi Ruangan dan Sub Kultur, Sterilisasi Ruangan dan Penanaman, Pengamatan Hasil Kultur Embrio, Pra Akilmtisasi Planlet, Aklimatisasi Planlet dan Penanaman Bibit Kelapa Hasil Kuttur Embrio.

Penyampaian materi dilaksanakan dengan cara, yaitu; di ruang kelas (penyampaian teori dan diskusi), di laboratorium (praktek dan pengamatan), di kebun percobaan (praktek dan pengamatan) dan kunjungan lapang (perkebunan kelapa rakyat). Nara sumber materi pelatihan yakni peneliti yang dibantu oleh teknisi laboratorium dan teknisi lapangan Balai Penelitian Tanaman Palma.

Untuk mengetahui respon peserta tentang pelayanan selama pelaksanaan Pelatihan Perbanyakan Tanaman Kelapa Kopyor Melalui Kultur Embrio, maka dibagikan daftar pertanyaan dan diisi oleh peserta. Secara keseluruhan pendapat peserta pelatihan tentang pelayanan publik selama mengikuti kegitan pelatihan ini, sangat baik. Harapan kiranya, pelatihan ini bermanfaat bagi peserta pelatihan untuk pengembangan kelapa kopyor dengan teknologi kultur embrio.

(Albert Ilat / Balit Palma)

Print Friendly