Menengok Salah Satu Kebun Kurma di Bangkok, Thailand

Kurma adalah tanaman khas Timur Tengah yang diduga berasal dari Teluk Persia. Namun demikian sejak 15 tahun terakhir sudah dikembangkan di wilayah atau negara lain seperti Amerika dan Australia bahkan di Asia seperti di negara Gajah Putih Thailand. Rasa penasaran ingin membuktikan keberadaan tanaman kurma di negeri yang terkenal dengan keunggulan pertanian buah-buahannya tersebut, mengantarkan perjalanan ke salah satu kebun kurma setelah acara APCC dan COGENT Meeting 20-26 Agustus 2018 berlalu. Rabu, 29 Agustus 2018, berkat jasa Mr. Ruslan teman dari komunitas kurma, sempat berkunjung ke kebun kurma milik Mr. Precard di wilayah Bangkok Tengah. Ikut juga dalam rombongan ‘pemburu’ tanaman kurma, Bapak Bahtiar beserta keluarga dari Pekanbaru. Beliau adalah pengusaha yang mulai mengembangkan kurma dan tanaman bernilai ekonomi lainnya seperti kelengkeng di daerah nya. Sebanyak 600 pohon kurma ditanam di hamparan seluas 3 ha dekat sawah ditanami padi. Saat ini tinggal sedikit sekali tanaman yang berbuah. Masa panennya dimulai bulan Juni sampai awal Agustus 2018 kemarin. Sebanyak 30O pohon dari total 600 pohon sudah berbuah. Hanya ada dua varietas kurma yairu KL 1 dan Barhee dengan variasi umur 2 – 4 tahun yang ditanam oleh pengusaha Tionghoa yang lahir dan besar di Bangkok ini. Pengusaha pertanian spesialis bibit hortikultura ini mulai bertanam kurma sejak 5 tahun yang lalu.

Menurut Mr. Ruslan yang juga pengusaha bibit kurma Thailand berdarah Malaysia ini, hanya dua varietas kurma yang sesuai untuk iklim di Asia Tenggara yaitu Barhee dan KL-1. Sudah coba ditanam varietas kainnya seperti Khalas, Fard dan Ajwa tapi tidak berbunga dan berbuah dengan baik seperti kedua varietas yang sudah dikembangkan banyak di Thailand tersebut. Awalnya varietas yang ditanam di Thailand hanya KL-1 dengan bahan tanaman asal biji sejak belasan tahun yang lalu. Namun 5 tahun terakhir melalui introduksi bahan tanaman hasil kultur jaringan dari Uni Emirat Arab dan Inggris, mulai dikembangkan bibit yang sudah pasti betina ini. Beda dengan bibit dari biji yang tidak pasti ‘kelamin’ tanaman nya. Harus menunggu sampai berbunga baru diketahui betina atau jantan. Menurut Mr. Ruslan yang menjadi kepercayaan pemilik kebun kurma ini, tanamannya ditata dengan jarak tanam 6 x 6. Pada tanaman muda umur 2,5 tahun, menghasilkan 6 tandan dengan produksi buah sekitar 6 kg/tandan dan terus meningkat sesuai umur. Untuk berbunga diperlukan suhu dingin 25 derajat Celsius, selama 1 minggu, selanjutnya dengan suhu normal daerah tropis cukup sesuai untuk perkembangan buah kurma. Penyerbukan buatan harus dilakukan untuk menghasilkan buah yang sempurna. Pelaksanaan penyerbukan pada pagi hari jam 5 – 6 pagi. Setelah 120 – 130 hari buah siap panen. Buah matang segar matang ‘ruthab’ siap dikonsunsi untuk mendapatkan khasiat dari buah kurma.

Setelah berkeliling kebun, disempatkan mampir di tempat pasca panen dan outlet penjualan buah kurma di depan kebun. Sempat mencicipi buah kurma dengan tingkat umur berbeda. Buah kurma ruthab varietas Barhee cukup manis dan tidak sepat dibandingkan dengan buah dari varietas KL-1. Di akhir kunjungan sempat membeli oleh -oleh buah kurma segar tbg dijual seharga 500 Bath atau setara Rp. 250 ribu/kg nya. Terkait dengan peluang pengembangan tanaman kurma di Indonesia, saat ini sudah banyak ditanam di Aceh, Pekanbaru, Palu dan wilayah lainnya baik satuan maupun perkebunan dengan luas puluhan hektar. Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian melalui program perbenihan tahun 2017 mulai mengoleksi 10 varietas kurma yang ditanam di Kebun Percobaan Kayuwatu , Balit Palma di Manado. Diharapkan menjadi modal dasar bahan penelitian untuk mendapatkan varietas unggul baru dan memperoleh teknologi budidaya yang sesuai untuk wilayah Indonesia.

Tidak terasa hampir satu jam mengelilingi kebun kurma di wilayah tengah kota Bangkok ini. Mengamati tanamannya, mencoba mencicipi buah matangnya menjadi kepuasan tersendiri berada di kebun kurma yang tertata rapi ini. Tersedia juga bibit kurma dengan berbagai tingkat umur yang siap untuk dikembangkan di dalam maupun luar Thailand dengan harga bervariasi sesuai ukuran/umur tanaman nya. Semoga mendapat kesempatan mengunjungi kebun ini lagi dan kebun kurma lainnya di Thailand saat musim panen di bulan Juli tahun depan. Insha Allah.

Print Friendly