Luwu Utara Lumbung Sagu Yang Hampir Hilang

Sagu menjadi andalan Tana Luwu. Data Gubenur Celebes pada tahun 1888 tercatat Palopo menjadi pelabuhan yang mengekspor sagu sebanyak 15.000 pikul dengan kapal laut dan salah satu tujuannya ke Singapore. Ada peribahasa di Tana Luwu: Wanua mappatuo na ewai alena, yg artinya Jika lapar, pergilah ke Tana Luwu. Kabupaten Luwu Utara yg dipimpin oleh ibu Bupati Indah Putri Indriani memiliki lambang daerah Pohon Sagu, yg memiliki makna menaungi semua masyarakat dengan makanan sagu.

Belakangan ini pertanaman sagu di Luwu Utara makin berkurang akibat alih fungsi lahan dengan tanaman lain seperti: kelapa sawit, kakao, jeruk, jagung dan lain-lain. Jika tidak ada kebijakan pemda Luwu Utara, maka tanaman sagu akan musnah, dan salah satu makanan utama masyarakat Luwu, yaitu Kapurung dan Dange harus diimport dari daerah sagu lain. Sehubungan dengan itu Pemda Luwu Utara menyiapkan bibit sagu bersertifikat sebagai bahan tanaman sagu unggul lokal untuk pengembangan sagu di Luwu Utara.

Pada tanggal 30 Oktober sampai 3 Nopember 2018 Direktur Perbenihan Perkebunan mengeluarkan SK. No.2637/KB.020/E.2/10/2018 tentang pelaksanaan penilaian dan penetapan sumber benih sagu di Kab.Luwu Utara terdiri dari:
1. Umi Fadillah,SP.M.Si. PBT Ditjenbun
2. Prof.Dr.Ir.Novarianto Hengky, MS. pemulia sagu Balit Palma
3. Sudarman,SE.,STP. PBT Sulawesi Sulsel
4. Ir.Syamsul Bahri,S. Kasie Perbenihan, Dinas TPHP, Kab.Luwu Utara
5. Nursiati, SP. Kasi pengolahan. Dinas TPHP Kab.Luwu Utara
6. St.Aldiana, SE. Pengelola Data, Dinas TPHP Kab.Luwu Utara.

Hasil evaluasi telah ditetapkan sebanayk 525 RIT sagu tidak berduri atau Tawaro Lalo di desa Tokke, Kecamatan Malangke, dengan potensi benih sagu sekitar 5000 anakan per tahun. Hasil pengamatan potensi produksi sagu diperoleh data sangat tinggi, yakni sekitar 700 kg pati sagu kering/pohon. Pada tahun 1988 sagu di Luwu Utara telah dan masih berlanjut penelitian oleh Prof. Katsuya Osozawa dari Jepang terutama terkait budidaya sagu, bibit sagu dari biji dan perbaikan prosesing hasil.

Tim penetapan sumber benih sagu bersama Kepala Dinas TPHP berkesempatan bertemu dengan ibu Bupati Kab.Luwu Utara, yaitu ibu Indah Putri Indriani. Beliau sangat mengharapkan bantuan dari Balitbangtan melalui Balit Palma untuk membantu penyediaan benih sagu bersertifikat secapatnya. Disamping itu dilaporkan kepada ibu Bupati bahwa sagu di Luwu Utara berpeluang untuk diteliti lebih lanjut karena data awal menunjukkan produktivitas sangat tinggi. Ibu Bupati sangat gembira dan mengharapkan ada penelitian lebih lanjut secepatnya untuk disiapkan Pelepasan Varietas Sagu Unggul asal Kab.Luwu Utara.

Print Friendly