Kunjungan Calon Investor Kelapa Dari India di Balit Palma

Sulut merupakan daerah dengan luas lahan pertanian kelapa terbesar kedua di Indonesia setelah Riau memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan pendapatan petani dengan hasil panen serta produk turunan kelapa. Salah satu produk utama kelapa adalah daging kelapa untuk dibuat kopra. Namun saat ini nilai jual produk ini mengalami penuruan menyebabkan petani kelapa tidak lagi mendapat nilai tambah dari tanaman ini. Penurunan harga kopra sudah mulai terjadi sejak pertengahan 2018, yaitu semula Rp9 ribu per kg menjadi sekitar Rp5 ribu per kg. Terobosan untuk meningkatkan nilai tambah petani kelapa adalah dengan memproduksi kopra putih sehingga dapat dijual keluar daerah bahkan keluar negeri karena permintaan yang banyak dengan harga sangat tinggi.

Sejalan dengan kondisi saat ini, Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) menerima kunjungan salah satu calon investor yang berasal dari India pada hari kamis, 7 Februari 2019 dan disambut oleh Kepala Balai Dr.Ir. Ismail Maskromo, M.Si. Dilanjutkan dengan berdiskusi dengan peneliti Balit Palma Prof.Dr. Hengky Novarianto,MS., Dr. Steivie Karouw, STP.MP dan Engelbert Manaroinsong, SP. M.Si dari Jasa Penelitian. Kunjungan Mr. Vishal Shah dari Shree Parshwanath Corporation yang berkecimpung dalam bidang perdagangan kopra dan minyak kelapa. Disampaikan informasi berkunjung di Balit Palma sebagai rekomendasi dari pertemuan di kantor Internasional Coconut Cummunity (ICC) ketika mencari sumber bahan baku kelapa yaitu edible copra selain Provinsi Riau oleh karena itu beliau melanjutkan ke Provinsi Sulawesi Utara. Walaupun selama ini kopra yang dihasilkan oeh petani kelapa berupa kopra cokelat hasil dari pengasapan maka kedepan petani diarahkan untuk menghasilkan kopra putih sehingga kesejahteraan petani seperti yang diharapkan dapat tercapai. (EM,2/2019).

Print Friendly