Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Produktivitas kelapa sawit ditentukan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kemampuan SDM pengelolanya. Dalam ranga menentukan standar kualifukasi jenjang pengelola perkebunan kelapa sawit, maka telah dirumuskan Kualifikasi Nasional Indonesai (KKNI) pada awl Juli 2019 di Hotek Santika BSD City. Selanjutnya pada tanggal 12-13 Agustus 2019 dilakukan consensus untuk finalisasi dokumen KKNI di hotel Grand Zury, Serpong. Kegatan ini diadakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (PPSDMP). Tujuan penyusunan KKNI ini untuk menentukan level jabatan pada bidang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri untuk mendapat pengakuan dari pemangku kepentingan. Mekanisme penyusunan ini berdasarkan kesepakatan peserta serta proses validasi melibatkan pemangku kepentingan terkait. Acara dibuka oleh Kepala Badan PPSDMP, Prof Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr. yang dalam arahannya menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara produsen sawit terbesar di dunia. Ini disebabkan karena keunggulan kompetitif di mana sawit adalah komoditas tropis. Tetapi jika ditelaah lebih lanjut maka produktivitas sawit Indonesia relatif masih rendah. Perkebunan sawit Indonesia terdiri dari 45% perkebunan rakyat dengan rerata 2-3 t/ha VCO dan 55% perkebunan sawit yang dikelola oleh swasta dengan tingkat produktivitas CVO 7-8 t/ha sehingga rerata nasional CVO 5 ton/ha. Produksi tersebut masih di bawah Malaysia yang mempunyai produktivitas CVO 10 t/ha. Dalam upaya meningkatkan produktivitas menjadi 10 t/ha serta untuk mempertahankan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia maka pengungkit utama yang perlu diperbaiki adalah sumber daya manusia yang bergerak di bidang sawit sebagai para pelaku bisnis dari hulu ke hilir dan tidak hanya mengandalkan sebagai negara tropis. Terkait dengan sumberdaya manusia ini harus bisa menghasilkan para praktisi sawit yang kompeten, handal, profesional, berdaya saing tinggi dan mempunyai jiwa enterpreunership yang tinggi. Dengan SDM yang handal maka infrastruktur dan inovasi teknologi yang ada maupun yang belum ada akan tercipta oleh para pelaku agribisnis yang handal tersebut.

Menurut Kepala Badan PPSDMP, Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung rencana Presiden Indonesia akan fokus di lima tahun ke depan dengan pembangunan sumberdaya manusia. Ini harus ada kerjasama yang erat dari para pelaku dari hulu sampai hilir. Ini diperlukan alat bukti yaitu sertifikasi yang diperoleh dari hasil pendidikan, pelatihan dan magang yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga yang kompeten. Ini perlu kurikulum yang mampu membangun kompetensi para alumninya. Terkait dengan kurikulum ini kerangka kualifikasi nasional sangat diperlukan. Ini memerlukan kesepakatan konsensus dari para ilmuwan sawit, sehingga kurikulum yang disusun akan bisa mendorong terbentuknya sumberdaya manusia pertanian di bidang kelapa sawit yang mampu menghasilkan produk sawit dengan produktivitas tinggi dan mampu mengolah hasil kelapa sawit menjadi VCO dan produk turunannya serta mengekspor ke dunia luar. Oleh karena itu penyusunan KKNI ini merupakan jembatan antara kita dengan dunia usaha dan industri yang membutuhkan SDM yang handal dibidang managerial, teknis dan pemasaran produk ke luar neger. Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D., menyatakan bahwa panduan KKNI ini akan dijadikan acuan untuk kegiatan bimtek maupun pelatihan yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan khususnya Balitpalma sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia industri dan usaha. KKNI yang telah ditetapkan nantinya sebagai bahan dalam penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan serta skema sertifikasi oleh Lembaga pendidikan dan pelatihan serta skema sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) kompetensi SDM sektor pertanian, sehingga menciptakan link and match antara dunia pendidikan, pelatihan dan lembaga sertifikasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan Konsensus ini, diharapkan mendapat kesepakatan Rancangan KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, yang selanjutnya akan diajukan kepada Menteri Pertanian untuk ditetapkan. Hadir dalam pertemuan dalam ranga Konsensus KKNI bidang perkebunan kelapa sawit perwakilan dari organisasi pengelola sawit, perguruna tinggi, perusahan perkebunan sawit dan Balit Palma. Kegiatan yang diaksanakan selama dua hari tersebut ditutup oleh Kapuslitbang Perkebunan mewakili Kepala Badan PPSDMP, Kementerian Pertanian.(IM,2019)

Print Friendly