Koleksi Plasma Nutfah Kelapa PT.Malisya Sejahtera-Ivomas

Sesuai dengan Surat Perintah Tugas Kabalit Palma Nomor: 4342/TU.040/H.4.1/12/2017 telah ditugaskan Prof. Dr. Hengky Novariianto, MS untuk melakukan survei dan evaluasi plasma nutfah kelapa di kebun PT. SIMP Ivomas di Poigar, Bolaang Mongondow pada tanggal 8 Desember 2017, bersama ini dilaporkan hasil evaluasi tersebut. Pada tanggal 9 September 2017, PT. Malisya Sejahtera telah mendeder sebanyak 11 varietas kelapa yang diintroduksi dari kebun koleksi plasma nutfah Balai Penelitian Tanaman Palma, Balitbangtan. Kegiatan untuk konservasi plasma nutfah kelapa ini merupakan hasil kerjasama penelitian PT. Malisya Sejahtera dengan Balit Palma. Selain bidang plasma nutfah dan Pemuliaan, dilakukan juga kerjasama penelitian untuk pembangunan kebun induk kelapa hibrida, budidaya dan hama serta penyakit juga pasca panen/prosesing hasil kelapa.

Varietas kelapa yang diintroduksi adalah GSK, GTT, GRA, GOS, GKB, GHK, GKK, GCK, DMT, DTA dan Dalam Bido. Setelah 3 bulan dalam pendederan, sebagai kecambah telah dipindah ke polibag. Seharusnya dalam jangka waktu 3 bulan, benih kelapa yang baik akan kecambah di atas 80%. Hasil pengamatan perkecambahan koleksi plasma nutfah di Poigar dijumpai daya kecambah <50%, bahkan varietas GKK atau Genjah Kuning Kopyor masih 0%, kecuali Dalam Bido sekitar 60%. Rendahnya daya kecambah ini diduga kemungkinan benih saat dipanen belum matang fisiologis penuh. Masalah kedua dijumpai sekitar 10% lebih kecambah roset/kerdil/abnormal, kemungkinan kecambah kekurangan unsur Boron. Disarankan agar varietas kelapa tersebut diintroduksi kembali dan diperhatikan masalah di atas. Untuk memperkaya plasma nutfah perlu juga diintroduksi kelapa GMW untuk nira dan gula serta kelap Genjah Pandan untuk tender coconut.(HN,2017)