KERAGAMAN DAN HUBUNGAN GENETIK ANTARA KELAPA TETUA GENJAH KUNING NIAS

Informasi keragaman dan hubungan genetik antar tetua dan progeni berperan penting dalam strategi pemuliaan tanaman kelapa. Identitas genetik antar progeni dari persilangan terkontrol perlu diidentifikasi untuk memastikan bahwa progeni berasal dari tetuanya, dan bukan akibat kontaminasi serbuk sari. Penggunaan marka mikrosatelit mampu mendeteksi keragaman genetik aksesi dan menduga kebenaran tetuanya.

Profil alel untuk marka mikrosatelit

Profil alel untuk marka mikrosatelit yang dihasilkan dengan menggunakan primer (A) CNZ 51 dan (B) CnCir 56 – untuk kelapa Genjah Kuning Nias (1-10) dan Dalam Tenga (11-25). M: DNA marker (100 bp ladder).

 

Hasil penelitian menunjukkan nilai polimorfisme 19 marka mikrosatelit berkisar antara 0.18—0.72 dengan rataan jumlah alel 3.68 per lokus. Berdasarkan hasil analisis filogenetik dengan metode Neighbour Joining menggunakan program DARwin5, dapat diketahui bahwa populasi GKN tergolong dalam satu group; populasi DTA merupakan populasi yang heterogenus dengan sebagian besar individu tergabung ke dalam satu kelompok dan sisanya ke dalam minimal dua kelompok yang berbeda; dan populasi hibrida KHINA-1 terbagi ke dalam minimal lima kelompok yang berbeda. Estimasi struktur populasi dengan perangkat lunak STRUCTURE menunjukkan adanya tingkat segregasi dan atau rekombinasi yang tinggi pada populasi KHINA-1, yang mengindikasikan telah terjadi percampuran materi genetik antara tetua GKN dan DTA pada populasi hibrida KHINA-1. Seleksi yang lebih akurat menggunakan marka molekuler dapat membantu perakitan kelapa hibrida yang lebih produktif.


Selengkapnya download Artikel terkait di sini

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google