KEMURNIAN KELAPA BIDO MELALUI PENYEBARAN BUAH OPEN POLLINATED

Pada tanggal 22-23 Januari 2018 telah dilakukan penelitian karakterisasi performance dan produksi buah varietas kelapa Dalam Bido di Kabupaten Pulau Morotai. Tim peneliti terdiri dari dua orang peneliti pemuliaan Balit Palma, Balitbangtan dan tiga orang dari PT.Kaltara. PT.Kaltara merupakan perusahaan yang telah melakukan kerjasama penelitian dan pengembangan kelapa dengan Balit Palma. Penelitian dilakukan dengan metode observasi langsung berdasarkan deskripsi varietas kelapa Dalam Bido. Lokasi penelitian adalah desa-desa di sekitar Desa Bido sebagai pusat asal mula kelapa Dalam Bido. Lokasi penelitian sebagai daerah sebaran kelapa Dalam Bido adalah Desa Bere-Bere, Desa Maba, Desa Kenari, Desa Tawakali dan Desa Yao yang langsung berbatasan dengan Desa Bido. Karakteristik kelapa Bido yang diamati, yaitu: Tinggi pohon, jarak leafscars, produksi buah, warna, bentuk dan ukuran buah. Hasil observasi diketahui bahwa awalnya kelapa Bido yang tumbuh dan berkembang di desa-desa di luar desa Bido semua berasal dari Desa Bido. Kemudian setelah kelapa Bido berproduksi, buahnya di tanam dan dikembangkan di desa tersebut. Jumlah tanaman beragam antara 3 pohon sampai lebih 20 pohon. Umur tanaman kelapa Bido antara 1-10 thn lebih.

Bersama Bupati Beny Laos

Pada umumnya kelapa Bido di luar desa Bido mulai berbuah setelah umur 3 tahun. Hasil pengamatan karakteristik menunjukkan bahwa terdapat penyimpangan dari deskripsi untuk karakter leaf scars pada kelapa yang benihnya diambil dari kelapa Bido yang tumbuh di luar desa bido. Jarak leaf scars-nya bervariasi antara 4-7 cm, yang seharusnya 3 – 4cm. Akibatnya terlihat tanaman cepat tinggi, walaupun produksi buah tergolong tinggi, ukuran buah yang besar dan berwarna hijau seperti varietas kelapa Dalam Bido. Namun untuk kelapa yang benihnya masih berasal langsung dari Desa Bido masih sesuai dengan deskripsi. Diduga penyimpangan ini disebabkan disekitar pohon kelapa Bido yang ada di luar Desa Bido tersebut tumbuh kelapa lokal lainnya, baik kelapa Dalam maupun kelapa Genjah. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar pembangunan kebun induk kelapa Dalam Bido sebaiknya diambil benih langsung dari PIT kelapa Bido di desa Bido yang telah diseleksi dan ditetapkan oleh Balitbangtan. Kemudian setelah kebun induk berproduksi perlu dilakukan seleksi massa negatif, sehingga benih kelapa Dalam Bido yang dihasilkan akan lebih murni. (HN,2018)