Kegiatan Review LAKIN PUSLITBANGBUN Oleh ITJEN KEMENTAN

Kegiatan Review LAKIN Puslitbangbun oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dilaksanakan di Ruang Rapat Puslitbangbun pada Jumat, 7 Februari 2020 yang diikuti oleh Kabid PE Puslitbangbun, Tim Inspektorat Jendral terdiri dari enam orang yaitu ibu Riade, Ibu Erny Dwi A, Ibu Wiwit Nur Widya, Ibu Cyntia Clara, Ibu Retno dan Bapak Achmad Mudzakir Kepala Seksi Pelayanan Teknis empat UPT dibawah Puslitbangbun yaitu Balittro, Balittas, Balittri dan Balit Palma, Kasubbid Pelaporan Badan Litbang Pertanian, Kasubbid Kerjasama Puslitbangbun, Kasubbid Pendayagunaan hasil Penelitian dan Kasubbid Evaluasi Puslitbangbun. Kegitan dibuka oleh Kabid PE Puslitbangbun Dr. Rustan Massinai yang dalam arahannya memberikan apresiasi usaha kerja setiap UPT dibawah Puslitbangbun sehingga dapat diterbitkan LAKIN 2020 Puslitbangbun pada awal bulan Januari 2020 yang merupakan gambaran pekerjaan selama dari tahun 2014 sampai tahun 2019. Serta upaya terus menerus yang dilakukan oleh Tim Itjen Kementan dalan penyusunan LAKIN Puslitbangbun. Kegiatan hari ini merupakan kegiatan lanjutan dari pertemuan di Hotel Savero pada Kamis, 6 Februari 2020.

Arahan ibu Riade, kegiatan lanjutan di Savero Depok, diharapkan lebih banyak satker UK masuk dalam WBK WBM, tahun 2019 litbang masuk 6 Satker di Badan Litbang Pertanian telah menerima WBK WBK dan Puslitbangbun diwakili Balitas telah menerima WBK WBM oleh Pemerintah RI. Penilaian untuk Puslitbangbun : hasil sudah baik apalagi dengan B 100 mendapat apresiasi dari Kementan. Temuan dalam LAKIN tahun 2019 format harus sesuai Permenpan RB 09/2019 dimana semua harus ada eviden. Harus ada kesesuaian penulisan di Executive summary sesuai dengan isi dan penutupnya. Ada beberapa yang data belum sesuai di Executive summary dan batang tubuh.  Selanjutnya Ibu Retno juga menemukan beberapa ketidaksesuaian yaitu 1) IKSK 1. Pengukuran hasil ratio penggunaan hasil penelitian, target 55 menghasilkan 96 belum didukung lampiran contoh kumis kucing dilepas kapan dimanfaatkan kapan; 2) Kinerja ke 2 Ratio kegiatan penelitian tahun berjalan, Hasil 100% perakitan VUB 5 2019, realisasi 29 VUB mengapa capaiannya 100%?; 3) Untuk Renstra baru harus digodok lagi untuk target dan outputnya; 4) Perlu disepakati untuk pengukuran rationya; 5) Untuk Eviden setiap SK Pelepasan varietas harus dilengkapi dengan mencantumkan daerah pengembangannya. Tambahan dari Ibu Wiwit yaitu terkait Rencana aksi masih perlu diperbaiki; 2) perlu mencantumkan nilai IKM dari Puslitbangbun dan empat Unit Kerja dibawahnya dengan pengukuran IKM yang terbaru.

Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Ibu Aulia Kasubbid Pelaporan menyapaikan beberapa hal terkait IKU 1. Harus yang sudah termanfaatkan, IKU 2. Adalah tahun yang berjalan, dan Pemaparan IKM per satker langsung menjadi IKM Balitbangtan dimana ada 9 unsur pelayanan harus dilampirkan beserta penjelasannya 9 unsur pelayanan. Dalam LAKIN dapat dimasukkan kegiatan pendukung di Kinerja Lainnya contoh PUI, B 100, WBK WBM dan lain lain capaian dari Satuan atau Unit Kerja.  Di akhir pertemuan Ibu Ade dari Itjen Kementan menambahkan agar semuanya bersama-sama mendukung Program Kementan 1. Program Bekerja; 2. Rencana Produksi benih untuk mendukung ekspor 3x Lipat berupa produksi benih supaya dapat dilaksanakan dengan baik dan terencana. Kegiatan Review LAKIN 2019 ditutup oleh Kabid PE Puslitbangbun dengan meminta seluruh jajaran Puslitbangbun dan Unit Kerja dibawahnya untuk segera memperbaiki LAKIN yang telah disusun dan diupload di web site masing-masing. (JK & IM,2019)

Print Friendly