BALITBANGTAN BERBAGI INOVASI TEKNOLOGI PERBENIHAN MENDUKUNG PERKEBUNAN SUMBAR

Selama dua hari, rabu dan kamis 8-9 Agustus 2018 bertempat di Hotel Mercure Padang dilakukan Pertemuan Sosialisasi/Koordinasi Pengenalan Varietas Tanaman Perkebunan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Kadistanhotrbun) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini dibuka oleh Kedistanhortbun Sumbar Ir. Chandra MSi menghadirkan pembicara dari Ditjen Perkebunan Laksmi Wijayanti S Si, M.M yang membawakan materi tentang Regulasi Perbenihan dan Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan. Selain itu hadir juga Kepala Balit Palma Dr. Ismail Maskromo yang menyampaikan profil Balit Palma dalam bentuk audiovisual , pengenalan varietas unggul dan inovasi terkini tanaman palma. Selanjutnya disampaikan materi pengenalan varietas unggul kelapa sawit oleh Dr. Azis Natawijya, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Mekarsari.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut peneliti senior Balit Palma Ir. Miftahorrachman yang bertugas mengevaluasi penyediaan benih kelapa di Kabupaten Padang Pariaman. Selain itu melakukan koordinasi persiapan pelepasan kelapa Dalam dan Pinang Wangi Sikujur asal Padang Pariaman. Peserta pertemuan meliputi staf tenaga teknis lingkup Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan se-Provinsi Sumatera Barat. Juga hadir para penangkar benih tanaman perkebunan dri Kabupten Kota wilayah Sumbar. Beberapa point saat diskusi pada pertemuan ini di antara nya : 1. Perlu adanya pemahaman yang jelas terhadap regulasi perbenihan oleh penyedia benih dan petugas teknis terkait dalam menjamin penyediaan benih unggul bersertifikat dan berlabel, dalam mendukung percepatan pembangunan perkebunan, 2. Perlu pemahaman petugas teknis di lapang terkait aturan dan syarat pelepasan varietas tanaman perkebunan, sehingga dapat membantu mempercepat persiapan calon varietas unggul lokal, 3. Perlu adanya perbaikan secara berkala regulasi perbenihan tanaman perkebunan disesuaikan dengan kondisi di lapang, namun harus menjamin kualitas mutu genetik dan fisik benih yang diterima petani dan stakholder lainnya, 4. Petugas teknis dan Dinas Pertanian di dearah diharapkan membantu melakukan identifikasi awal populasi tanaman perkebunan di masing-masing lokasi dan dikoordinasikan dengan balai penelitian komoditi terkait dan Ditjen Perkebunan untuk membantu mempercepat identifikasi dan legalitas penyediaan benih unggul, 5. Komunikasi antara penangkar benih perkebunan, Dinas terkait, Ditjen Perkebunan dan Balai komoditi terkait perlu ditingkatkan untuk menyelesaikan permasalahan di lapang, dalam memperlancar penyediaan benih tanaman perkebunan.

Pertemuan antar pelaku benih se-wilayah Sumbar di kota Padang ini ditutup oleh Kepala UPTD Balai Pengawasan Pengujian Mutu Benih dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Sumbar Ir. Nurdan MSi. Semoga semangat membangun dari para pelaku perbenihan ini akan berdampak positif pada kemajuan bidang perkebunan Sumatera Barat khususnya dan Indonesia.

Print Friendly