Balit Palma Sukses Gelar FGD Bioindustri Palma Mapanget

Setelah pagi harinya menerima kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI Bapak Edhy Prabowo, MM, MBA dan Tim, yang didampingi Kepala Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian Dr. M. Syakir, disusul dengan kegiatan Publik Hearing, masih pada hari yang sama (Selasa, 19/12/2107), Balit Palma menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bioindustri Palma Mapanget. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan Ir. Jelfina C. Alouw, MSc, Ph.D. Kepala Balit Palma Dr. Ismail Maskromo, M.Si menyajikan materi mengenai Status TSP Bioindustri Mapanget. Nara sumber lainnya Ir. Rudy Tjahjohutomo, M.Sc peneliti BB Pasca Panen yang juga adalah anggota Tim TSTP. Materi lain yang tak kalah menarik tentang inkubasi dan strategi bisnis mendukung TSP bioindustri palma disampaikan oleh Dr. James D.D. Massie. Sesi yang dipandu Dr. Noli L. Barri berlangsung sangat efektif dan turut hadir sebagai peserta Kepala BPATP, Kepala dan perwakilan dari BPTP Maluku, BPTP Papua, BPTP Sulawei Utara, BPTP Sulawesi Selatan, Dinas Perkebunan Minahasa Selatan, Bapelitbang Sulut, Baristan Manado, Dina Perkebunan Sulut serta perusahaan swasta nasional seperti PT. Cargill Indonesia Amurang dan Dr. Kartika dari PT. Multistrada. Dalam paparannya Kepala Balit Palma menyampaikan capaian TSP Bioindustri Palma selama 2 tahun berjalan dan rencana kegiatan Tahun 2018.

Pada tahun pertama (2016) diawali dengan pembangunan gedung utama TSP, selanjutnya di tahun kedua (2017) dibangun fasilitas pendukung di antaranya mini teater, perbaikan interior, penataan lokasi serta unit-unit pengolahan. Unit pengolahan ditata secara apik di sekitar gedung utama, seperti pengolahan minyak kelapa, virgin coconut oil, nata de coco, gula kelapa, serat sabut serta pupuk organik. Ada juga pembuatan produk seperti biscuit berbahan tepung kelapa dan sagu, vco serta es krim dan nira segar. Pengolahan kelapa dilakukan dengan sistem zero waste, semua bagian kelapa dimanfaatkan dan tidak ada yang terbuang. Secara ekonomi dengan mengolah semua bagian kelapa, maka pendapatan yang diterima akan meningkat 3 kali lipat dibanding hanya mengolah kopra atau kelapa butiran. Tidak jauh dari gedung utama, melintasi jalan kebun di KP Mapanget, sejumlah koleksi plasma nutfah kelapa menjadi pemandangan yang dapat memanjakan mata. Selanjutnya ada demplot kelapa hibrida serta hamparan kelapa yang menerapkan pola tanam baru dengan menerapkan sistem polikultur. Dengan jarak tanam 6 x 16, maka di antara kelapa dapat ditanami palawija seperti kedelai dan jagung. Berdasarkan hasil analisis finansial, sistem polikultur seperti ini dapat meningkatkan pendapatan petani sampai 3-5 kali lipat. Di sampingnya terdapat areal pembibitan menggunakan benih kelapa unggul nasional seperti kelapa Dalam Mapanget, Dalam Tenga, Dalam Palu, Dalam Sawarna dan Dalam Bali. Semuanya akan didistribusikan pada Tahun 2018, sebagai wujud komitmen Badan Litbang Pertanian untuk mendukung Program Tahun Benih dan peremajaan kelapa nasional. Kelapa Dalam unggul yang dirilis Balit Palma, Badan Litban Pertanian, Kementerian Pertanian memiliki potensi produksi lebih dari 3 ton kopra/ha/tahun, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas kelapa nasional saat ini hanya 1,1 ton kopra/ha/tahun. Pada awal tahun 2018, direncanakan mulai dilakukan hibridisasi kelapa serta akan dibangun coco resto. Terletak pada lokasi yang sama juga terdapat sarana laboratorium pemuliaan dan molekuler, kultur jaringan, hama penyakit dan pasca panen serta laboratrium pengujian tanah dan tanaman yang sudah ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium terakreditasi ISO 17025:2008.

Harapannya, ke depan kawasan ini dapat menjadi inkubasi bisnis untuk menjadi tempat pelatihan bagi wirausaha muda. Teknologi pengolahan yang ada pada umumnya sangat efisien dan sesuai untuk diaplikasikan pada skala kelompok tani. Lokasi ini juga dapat menjadi wisata edukasi bagi pelajar yang ada di kota Manado dan sekitarnya dan destinasi bagi turis mancanegara dan domestik karena letaknya dekat dari Bandara Sam Ratulangi serta pusat bisnis di kota Manado. Kehadiran Kawasan Bioindustri Palma Mapanget diharapkan dapat menjadi salah satu unit percontohan untuk mendukung geliat ekonomi berbasis kelapa baik pada skala nasional dan internasional. Apabila ke Manado, mampirlah ke Kawasan Bioindustri Palma, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian yang menawarkan pesona kelapa yang tiada duanya. Perpaduan teknologi kelapa dari hulu sampai hilir tersedia lengkap di sini. Salam kelapa dari Manado, Jayalah kelapa Indonesia.(SK,2017)

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google