Balit Palma Berperan Aktif Dalam Pengembangan Program Tumpangsari KelapaJagung Di Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara

Balai Penelitian Tanaman Palma telah berpartisipasi aktif dalam pengembangan kelapa khususnya di kabupaten Minahasa Selatan. Kegiatan telah berlangsung sejak tahun 2013 dengan menyalurkan benih unggul kelapa berjumlah total 25000 benih unggul kelapa yang telah dimanfaatkan untuk mengembangkan tumpangsari kelapa dan jagung seluas 400 ha dan selanjutnya akan dicontoh oleh petani.

Salah satu teknologi yang dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian terkait dengan teknologi jarak dan sistem tanam kelapa telah diterapkan oleh petani di Sulawesi Utara. Pada tanggal 26 Januari 2015, telah dilakukan pencanangan program tumpangsari kelapa dan jagung oleh bupati Minahasa Selatan yang merupakan program CSR dari PT. Cargill Indonesia di bawah program Pisagro bekerjasama dengan LSM Winrock. Hadir pada acara pencanangan tersebut selain bupati Minahasa Selatan, Country Head Cargill Indonesia (Mr. Jean-Louis Guillou), Manager Syngenta (pensuplai benih jagung dan pupuk), para Kepala Dinas se Kabupaten Minahasa Selatan, kelompok tani perkebunan (kelapa), dan tim Balit Palma yang terdiri dari kepala Balit Palma (Ir. Emy Sulistyowati, M.Ag., Ph.D.) didampingi oleh Dr. Ir. Noli L. Barri, M.S. (peneliti ekofisiologi) dan Ir. Albert Ilat (staf Jasa Penelitian).

Keterlibatan Balit Palma pada program yang digagas PT. Cargill dengan pemerintah daerah Minahasa Selatan tersebut adalah dalam bentuk Penyaluran Benih Unggul varietas Kelapa Dalam ke petani melalui PT. Cargill, dan pendampingan langsung staf peneliti Balit Palma bagi petani dalam hal penyiapan benih kelapa yang baik sampai proses transplanting ke lapang.

Teknologi yang direkomendasikan dan telah diterapkan dalam program ini adalah jarak tanam 6m x 16 m dan paket teknologi pemeliharaan tanaman baik untuk kelapa maupun jagung. Acara pencanangan program tumpangsari kelapa dan jagung dilaksanakan pada lahan pertanaman kelapa yang berumur 3 tahun ditumpangsari dengan jagung yang siap panen. Hal menarik dalam acara tersebut adalah pernyataan kelompok tani yang terlibat langsung pada program bahwa tumpangsari kelapa dan jagung meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produksi tanaman kelapa dan tanaman pangan, serta optimalisasi pemanfaatan lahan di antara kelapa (Noli Barri)

Balit Palma akan terus mendukung pelaksanaan program tumpangsari kelapa dengan tanaman pangan (terutama padi, jagung, dan kedelai) di seluruh wilayah tanah air. Selain benih sumber varietas unggul kelapa, paket teknologi tumpangsari kelapa dengan tanaman pangan telah disiapkan untuk mendukung program ini.


Print Friendly