BALIT PALMA, BADAN LITBANG PERTANIAN KAWAL PEMBANGUNAN PALMA TERPADU DI KABUPATEN BOMBANA

Balai Penelitian Tanaman Palma-Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara telah memprogramkan untuk mengembangkan Palma Terpadu. Inisiasi kegiatan ini telah dilakukan melalui kunjungan Tim Dinas Pertanian Kab. Bombana ke Balit Palma pada awal 2018. Kerjasama ini langsung diwujudkan melalui penyaluran benih unggul kelapa Dalam varietas Babasal sebanyak 40.000 butir benih pada bulan Juni 2018. Untuk mengawal proses pembibitan, Yulianus Matana, SP, M.Si ditugaskan untuk meninjau benih di lokasi pendederan di Desa Toari, Kec Poleang Barat yang ditempuh dengan berkendara sekitar 2,5 jam dari Rumbia, ibukota Kab. Bombana. Lahan persemaian telah diolah dengan bedengan berukuran 2,5 x 50 m, karena itu disarankan agar ukuran bedengan disesuaikan menjadi 1,5 x 50 m dengan tujuan untuk memudahkan pembersihan dan pengamatan. Untuk memaksimalkan pengamatan setiap bedeng perlu dilengkapi papan label yang berisi tanggal semai dan jumlah benihnya. Selanjutnya untuk mencegah serangan hama babi hutan, maka lokasi pembibitan perlu dikelilingi dengan pagar pengaman.

Turut serta dalam penugasan ke Bombana peneliti Pasca Panen Dr. Steivie Karouw, untuk mendiskusikan rencana pembangunan unit pengolahan kelapa terpadu. Untuk memantapkan kegiatan ini telah dilakukan koordinasi dengan Tim Dinas Pertanian Kab. Bombana yang dihadiri oleh Ir. M. Siarah, M.Si selaku Sekretaris Dinas, Kabid Perkebunan Rimbu, SP, Pejabat Pembuat Komitmen Ir. Rusdiamin dan Kasie Pemasaran Rahmatia, SP, M.Si. Nantinya pada unit pengolahan kelapa terpadu ini, buah kelapa akan diolah dengan sistem zero waste menjadi beberapa produk yaitu minyak goreng sehat, tepung kelapa rendah lemak, serat sabut, debu sabut, nata de coco dan arang tempurung. Direncanakan unit pengolahan kelapa terpadu ini mulai beroperasi pada awal Desember mendatang.

Print Friendly