AREN SMULEN ASAL BENGKULU SIAP DIRILIS

Aren merupakan salah satu tanaman palma yang menjadi unggulan Provinsi Bengkulu. Populasi aren menyebar di beberapa kabupaten terutama di Rejang Lebong, Kepahyang dan Lebong. Luas penyebaran tanaman penghasil nira yang diolah menjadi gula ini mencapai 2500 ha. Potensi tanaman yang dikelola penuh oleh petani ini mulai mendapat perhatian. Salah satunya dengan merilis varietas aren asal Bengkulu tersebut. Eksplorasi aren di Bengkulu sudah dimuai sejak tahun 90 an oleh peneliti Balitka (nama Balit Palma sebelumnya. Saat itu ditemukan aksesi aren sesuai morfologi postur tanaman dengan sebutan Kijang dan Gajah. Mulai tahun 2013 melalui kerjasama antara Balitbangtan, IPB dan Pemda Bengkulu dimulai identifikasi potensi aren Bengkulu dan perakitan marka spesifik tipe aren. Selanjutnya mulai tahun 2015 diadakan pengamatan morfologi dan produksi tanaman aren di kabupaten Rejang Lebong, Kepahyang dan Lebong untuk melengkapi data untuk pelepasan varietas.

Dalam rangka proses pelepasan varietas pada awal Oktober 2018 telah dilakukan Monitor dan Evaluasi oleh anggota Tim Penilai Pelepasan Varietas (TP2V) Dr. Wenten Astika dan Penilai Benih Tanaman (PBT) Direktorat Perbenihan Yusie Arisanti, SP, MSi. Tim peneliti diwakili oleh Dr. Puji Lestari dari BB Biogen dan Dr. Ismail Maskromo dari Balit Palma, Balitbangtan. Dari Pemda Bengkulu diwakili oleh Staf Balai Benih Perkebunan, Kepala Dinas dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong. Monev dilakukan pada populasi aren yang telah diobservasi selama tiga tahun meliputi morfologi dan produksi nira. Di lokasi ditemukan tiga tipe aren yang berbeda morfologi dan poduksi yaitu aren Gajah dengan batang besar dan pohon tinggi dengan produksi nir > 30 liter nira per hari yang mulai berproduksi pada umur di atas 10 tahun, aren Kijang berbatang kecil dan batang relatif pendek, potensi nira < 20 liter per hari, sedangkan tipe ke tiga yaitu aren Kapur dengan ukuran batang di antara kedua tipe sebelumnya, mulai berbunga pada umur 7-8 tahun dengan produksi nira > 20 liter per hari, Dari ketiga aksesi tersebut diputuskan untuk dirilis yaitu tipe Kapur dengan nama calon varietas “Aren Smulen ST-1 Bengkulu”.

Dalam rangka penyediaan benih unggul tanaman aren, sebelumnya telah dirilis tiga varietas aren kerjasama Balit Palma dengan Pemda pemilik varietas, yaitu Aren Genjah Kutim asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, aren Dalam Toumuung asal Tomohon, Sulawesi Utara dan Aren Parasi asal Banten. Semoga usulan pelepasan calon varietas Aren Smulen ST-1 Bengkulu yang dijadwalkan pada sidang pelepasan varietas tanggal 7 – 9 November 2018 dapat lolos, sehingga dapat digunakan sebagai sumber benih baru dalam mendukung pengembangan aren di Indonesia.(IM,2018)

Print Friendly